Berita

Bisnis

Meskipun Dilarang, Apple Yakin Permintaan iPhone di China Tetap Tinggi

JUMAT, 03 NOVEMBER 2023 | 11:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah kebangkitan Huawei Technologies serta berbagai pembatasan bisnis antara Washington dan Beijing, permintaan iPhone di China tetap tinggi. Hal itu disampaikan oleh Chief Executive Officer Apple Inc., Tim Cook, setelah berdiskusi dengan para analis.

Pernyataan Cook datang setelah Apple membukukan pendapatan yang lebih rendah di China dibandingkan proyeksi beberapa analis pada kuartal lalu, dan dia menyalahkan hal itu pada kelemahan bisnis Mac dan iPad mereka.  

Perusahaan juga menyebutkan fluktuasi mata uang telah ikut mengurangi nilai penghasilan di wilayah tersebut.


Bloomberg melaporkan Jumat (3/1), pendapatan keseluruhan di wilayah China turun 2 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya – penurunan yang lebih tajam dibandingkan yang dialami Apple di seluruh perusahaan. Dan saham Apple turun lebih dari 3 persen pada akhir perdagangan Kamis (2/11).

"Namun iPhone terus membuat terobosan di pasar," kata Cook. Terobosan itu termasuk mencatat rekor pendapatan bagi China daratan pada kuartal tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa berbagai model iPhone merupakan empat ponsel terlaris di perkotaan Tiongkok.

“China adalah pasar yang sangat penting. Dan saya sangat optimis tentang hal itu," ungkap Cook.

Investor Apple semakin gelisah terhadap iPhone di China sejak negara tersebut memperluas larangan terhadap teknologi AS di tempat kerja pemerintah.  

Huawei yang berbasis di Shenzhen juga baru saja memperkenalkan model baru yang menantang iPhone. Perakit iPhone, Hon Hai Precision Industry Co., sedang diselidiki oleh otoritas China atas penyelidikan yang tidak ditentukan, sehingga menimbulkan masalah lain dalam bisnisnya.  

Permasalahan ini merupakan hal yang penting bagi bisnis Apple. IPhone adalah produk andalan, menghasilkan sekitar setengah pendapatannya, dan China adalah pasar internasional terbesar. Negara ini juga masih berfungsi sebagai pusat manufaktur Apple, meskipun perusahaan tersebut mengalihkan lebih banyak produksinya ke India dan lokasi lain.

IPhone 15 mulai dijual pada 22 September – hanya sekitar seminggu sebelum kuartal berakhir – sehingga hasil terbaru hanya memberikan gambaran awal tentang kinerja perangkat tersebut. Investor akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas ketika Apple melaporkan hasil liburannya awal tahun depan.  

Pada Kamis, Apple memproyeksikan pendapatan yang datar secara keseluruhan untuk kuartal Desember. Ini menjadi pertanda bahwa pasar China masih menjadi tanda tanya.

"Jika pasar ponsel pintar China secara keseluruhan mengalami kontraksi – seperti yang dikatakan para analis – hasil Apple menunjukkan bahwa mereka memenangkan pangsa pasar," kata Cook.  

Dia juga menyebutkan bahwa perusahaannya akan membuka toko baru di China minggu ini. Produk ini akan hadir di Wenzhou di provinsi Zhejiang dan akan menjadi perusahaan ke-46 di wilayah tersebut.

Perusahaan yang berbasis di Cupertino, California ini menambahkan bahwa bisnis jasanya juga menikmati rekor penjualan di wilayah tersebut.

Cook baru saja berkunjung ke China bulan lalu dan berkata bahwa dia sangat bersemangat dengan interaksi yang dia lakukan dengan pelanggan dan karyawan di sana.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

UPDATE

Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Rabu, 20 Mei 2026 | 22:07

Jazzscape: Malam Intim Jazz dari Rooftop Jakarta

Rabu, 20 Mei 2026 | 22:06

KDKMP Kembalikan Hak Rakyat Secara Fair

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:54

Prabowo Sapa Ribuan Massa Aksi Damai Pendukung Ekonomi Kerakyatan di DPR

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:52

Ketika Ibu Bersatu Padu

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:43

Tak Sesuai Keputusan Presiden, DPR Heran Realisasi Bantuan Pangan Ditunda

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:33

TNI Bantah jadi Penyebab Ledakan Depan Gereja di Intan Jaya

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:26

BPOM Bali Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal, 15 Tersangka Ditangkap

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:04

Pembentukan BUMN Ekspor Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah

Rabu, 20 Mei 2026 | 20:59

Mercy Barends: Hentikan Kriminalisasi Masyarakat Adat Halmahera Utara

Rabu, 20 Mei 2026 | 20:55

Selengkapnya