Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Tidak Punya Gandum, Ekspor Biskuit RI Malah Naik 12 Persen

RABU, 01 NOVEMBER 2023 | 19:08 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah melonjaknya harga gandum global, ekspor produk biskuit dari Indonesia terpantau mengalami peningkatan ke pasar Eropa.

Hal tersebut dikatakan Plh. Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan (Kemendag), Miftah Farid, yang menunjukkan data terkait adanya peningkatan signifikan dalam ekspor produk seperti biskuit berbasis gandum.

"Ada peningkatan untuk processed food (makanan olahan) berbasis gandum seperti biskuit. Di tahun 2023 ini tumbuh di atas 10% yakni 12,18 persen," katanya dalam Press Conference The Global Food Marketplace atau Salon International de I'alimentation (SIAL Interfood) di kantor Kemendag, Rabu (1/11).


Menurut Miftah, food preparation seperti meals (pangan olahan setengah jadi) meningkat 151 persen.

"Ini menunjukkan ada relevansi kebutuhan substitusi gandum tadi, memang ada pertumbuhan di sektor yang bahan bakunya dari gandum," tambahnya.

Kondisi ini terjadi saat negara-negara Eropa membutuhkan gandum. Padahal, Indonesia sendiri merupakan salah satu negara pengimpor gandum terbesar di dunia.

Berdasarkan data dari Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO) volume impor gandum mencapai hampir 9,5 juta ton, dan selama periode Januari-Mei 2023, volume impor hampir mencapai 4,2 juta ton.

Selain makanan jadi seperti biskuit, ada juga bahan baku makanan lain dari Indonesia yang berpotensi mengalami kenaikan penjualan, yakni produk perikanan, yang penjualannya saat ini akan digencarkan di pasar Eropa.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya