Berita

Kapal patroli mutiguna PPA/Net

Dunia

Italia Jajaki Penjualan Dua Kapal Patroli ke Indonesia

SELASA, 31 OKTOBER 2023 | 07:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Italia dilaporkan sedang menjajaki upaya untuk menjual dua kapal patroli multiguna PPA (Pattugliatore Polivalente d'Altura) ke Indonesia.

Hal itu diungkap oleh Menteri Pertahanan Italia Matteo Perego, yang dikutip dari The Defense News, Selasa (31/10).

Menurut Perego, ketegangan dengan China di kawasan membuat Indonesia membutuhkan kapal baru dengan cepat. Untuk itu Italia memberikan tawaran.


Adapun kapal-kapal yang akan dijual tersebut merupakan kapal-kapal yang sudah dibangun untuk Angkatan Laut Italia guna mempercepat pengiriman.

"Semua negara di kawasan ingin menambah armadanya dengan cepat sehingga diperlukan pengiriman yang cepat. Saat ini, Anda tidak bisa lagi berpikir untuk mengirimkan kapal dalam waktu tiga tahun, kita perlu mempercepat programnya,” kata Perego.

Italia telah memesan tujuh kapal serba guna dari galangan kapal lokal Fincantieri, enam di antaranya kini diluncurkan dan tiga sudah beroperasi dengan Angkatan Laut Italia.

Kapal nomor enam, Ruggiero di Lauria, diluncurkan pada 6 Oktober di Muggiano Fincantieri di Italia.

Kedua kapal yang dapat dijual ke Indonesia tersebut adalah kapal yang telah diluncurkan namun belum mulai beroperasi, atau termasuk kapal ketujuh yang masih belum diluncurkan.

Sementara itu, Angkatan Laut Italia kemudian akan memesan dua lagi untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

“Belum jelas kapal mana yang akan masuk ke Indonesia, itu tergantung kapan kontrak ditandatangani,” kata Perego.

Pada tahun 2020, Italia setuju untuk menjual dua dari sepuluh fregat FREMM terakhir yang telah dibuatnya untuk Angkatan Laut Italia kepada Mesir.

Roma memutuskan untuk mengalihkan kedua kapal tersebut ke Mesir, kemudian memesan dua kapal lagi dari Fincantieri untuk melengkapi kapal Angkatan Laut Italia.

Kapal PPA atau Thaon memiliki panjang 143 meter, berbobot sekitar 4.900 ton, dan dapat dikonfigurasi dalam berbagai versi, mulai dari bantuan bencana hingga perang penuh.

Kapal-kapal tersebut terkenal karena jembatan kokpit angkatan laut yang dirancang dengan bantuan penerbang angkatan laut agar menyerupai kokpit pesawat dan hanya memerlukan dua navigator untuk mengemudikan kapal tersebut.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Nyepi di Tengah Ramadan Perkuat Persaudaraan Lintas Iman

Kamis, 19 Maret 2026 | 10:01

Bedah Trailer 'Spider-Man: Brand New Day', Mengungkap Daftar Pemain dan Kandidat Musuh Utama

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:49

Volume Kendaraan Tol Trans Jawa Naik Signifikan

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:47

Kepadatan Tol Jakarta-Cikampek Berlanjut hingga Pagi

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:20

TNI Disarankan Ambil Alih Penanganan Kasus Andrie Yunus dari Kepolisian

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:14

Inspirasi Ucapan Hari Raya Nyepi 2026 yang Penuh Kedamaian

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:12

Dokter Tifa Bantah Rumor Temui Jokowi

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:47

Dampak Perang Iran, Bank Sentral UEA Gelontorkan Paket Penopang Likuiditas

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:46

Dugaan Perintah Atasan di Balik Teror Aktivis Harus Diungkap

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:25

Mudik Lebaran Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:08

Selengkapnya