Berita

Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan/RMOL

Hukum

Rumah Transit Firli di Kertanegara, KPK: Gak Boleh Masuk LHKPN Kalau Sewa

JUMAT, 27 OKTOBER 2023 | 13:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pahala Nainggolan menegaskan penyelenggara negara tidak boleh memasukkan harta kekayaan yang bukan miliknya, termasuk harta berupa tanah dan bangunan yang disewa.

"Ya nggak lah, tidak boleh memasukkan harta yang bukan miliknya," kata Pahala kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat siang (27/10).

Hal tersebut kata Pahala, termasuk rumah yang disewa Ketua KPK, Firli Bahuri di Jalan Kertanegara nomor 46, Jakarta Selatan tidak boleh dimasukkan ke dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) jika memang benar merupakan rumah sewa.


"Iya dong (termasuk jika Ketua KPK sewa rumah tidak boleh dimasukkan ke LHKPN)," pungkas Pahala.

Rumah di Jalan Kertanegara tersebut merupakan salah satu rumah yang digeledah Polda Metro Jaya terkait penyidikan dugaan pemerasan yang melibatkan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada Kamis (26/10).

Kuasa hukum Firli Bahuri, Ian Iskandar mengatakan, bahwa rumah di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan yang digeledah polisi adalah rumah sewaan. Rumah itu disewa untuk Firli beristirahat jika pada keesokan harinya ada tugas pagi hari di Jakarta.

"Itu sewa kalau beliau ke Jakarta, mau rehat istirahat, karena jarak dari Bekasi ke tempat dia bekerja kan cukup jauh kan. Untuk rehat saja, istirahat, bukan punya Pak Firli," kata Ian kepada wartawan di depan perumahan kediaman Firli di Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (26/10).

Ian menerangkan, rumah milik Firli berada di Perum Gardenia Vila Galaxy, Kota Bekasi, yang sudah ditempati selama 20 tahun.

Sementara itu dalam LHKPN periode 2022 yang sudah dilaporkan pada 20 Februari 2023, Firli tercatat memiliki harta sebesar Rp22.864.765.633 (Rp22,8 miliar).

Harta itu berupa tanah dan bangunan senilai Rp10.443.500.000 (Rp10,4 miliar), terdiri dari tanah dan bangunan seluas 317/184 meter persegi di Kab/Kota Bekasi hasil sendiri seharga Rp1.436.500.000 (Rp1,4 miliar), tanah seluas 300 meter persegi di Kota Bandar Lampung hasil sendiri seharga Rp412,5 juta, tanah seluas 300 meter persegi di Kota Bandar Lampung hasil sendiri seharga Rp412,5 juta.

Selanjutnya, tanah seluas 300 meter persegi di Kota Bandar Lampung hasil sendiri seharga Rp412,5 juta, tanah seluas 300 meter persegi di Kota Bandar Lampung hasil sendiri seharga Rp412,5 juta, tanah dan bangunan seluas 250/87 meter persegi di Kab/Kota Bekasi warisan seharga Rp2,4 miliar.

Kemudian, tanah dan bangunan seluas 612/342 meter persegi di Kab/Kota Bekasi hasil sendiri seharga Rp2,727 miliar, serta tanah dan bangunan seluas 120/360 meter persegi di Kab/Kota Bekasi hasil sendiri seharga Rp2,23 miliar.

Selanjutnya, Firli tercatat memiliki harta berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp1.753.400.000 (Rp1,7 miliar), terdiri dari motor Honda Vario tahun 2007 hasil sendiri seharga Rp2,5 juta, motor Yamaha N-Max tahun 2016 hasil sendiri seharga Rp15 juta, mobil Toyota Innova Venturrer 2.0 AT tahun 2019 hasil sendiri seharga Rp292 juta.

Selanjutnya, mobil Toyota Camry 2.5 AT tahun 2021 hasil sendiri seharga Rp593,9 juta, dan mobil Toyota LC 200 AT tahun 2012 hasil sendiri seharga Rp850 juta.

Firli juga memiliki harta berupa kas dan setara kas senilai Rp10.667.865.63 (Rp10,6 miliar). Firli pun tercatat tidak memiliki harta bergerak lainnya, surat berharga, harta lainnya, hingga utang.

Sehingga, total harta kekayaan Firli pada 2022 adalah sebesar Rp22.864.765.633 (Rp22,8 miliar).

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya