Berita

Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Net

Politik

Pengamat: Jokowi, Neo Orde Baru Era Reformasi

JUMAT, 27 OKTOBER 2023 | 13:23 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Gaya berpolitik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilabeli Orde Baru gaya baru oleh pengajar ilmu pemerintahan lulusan Universitas Nasional (UNAS), Efriza.

Pasalnya, Jokowi mengacuhkan keputusan politik PDI Perjuangan yang membesarkannya sejak memenangkan pemilihan Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga 2 kali Pilpres.

Efriza menjelaskan, keputusan PDIP mengusung mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan Menko Polhukam Mahfud MD sebagai bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden 2024, secara tidak langsung telah dimentahkan Jokowi melalui pencalonan putra mahkotanya, Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon RI 2 bersama Prabowo Subianto sebagai bakal calon RI 1.

Menurutnya, akibat dari manuver Jokowi dalam mempertahankan kekuasaannya tersebut stabilitas politik potensi terguncang, karena upaya yang dipakai untuk memuluskan langkah Gibran maju bersama Prabowo memanfaatkan suprastruktur kelembagaan pemerintah.

Efriza menyebutkan, manuver paling dahsyat yang dilakukan Jokowi adalah melalui penguasaan kelembagaan Mahkamah Konstitusi (MK), dimulai dari perkawinan politik Ketua MK Anwar Usman dengan adiknya yang bernama Idayati, dan faktanya membuahkan hasil pencalonan Gibran di Pilpres 2024 tak melanggar UU 7/2017 tentang Pemilu.

"Inilah penyebab kekisruhan perpolitikan menjelang pemilu kita tahun depan," ujar Efriza saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, pada Jumat (27/10).

Dia memandang, Jokowi telah menghadirkan kekecewaan yang sangat besar di publik karena manuvernya cenderung otoriter, dan menimbulkan kesan ingin mempertahankan kekuasaannya dengan cara yang seolah-olah demokratis.

"Padahal dia (Jokowi) menjadi aktor kemunduran demokrasi, menjadi aktor terjadinya politik pencalonan dinasti politik di level nasional. Dia juga menghadirkan stigma negatif bagi anak muda dalam berpolitik sebab adanya wajah dalam balutan dinasti politik," tuturnya.

"Bahkan, dia menjadi wajah politik "Neo Orde Baru di era Reformasi" sebagai penguasa politik dalam balutan supremasi konstitusi hasil Reformasi, namun aktor suramnya demokrasi di penghujung periode keduanya," demikian Efriza menambahkan.

Populer

Warisan Hakim MK sebagai Kado Idulfitri

Senin, 08 April 2024 | 13:42

Sekjen Hasto Telanjangi Ketidakberdayaan PDIP Hadapi Jokowi

Sabtu, 06 April 2024 | 14:40

Megawati Peringatkan Bakal Terjadi Guncangan Politik Setelah Jokowi Jadi Malin Kundang

Kamis, 11 April 2024 | 18:23

MK Heran Hasyim Asyari Tidak Dipecat Meski Langgar Etik Berkali-Kali

Jumat, 05 April 2024 | 18:10

Pemberontak Menang, Pasukan Junta Ngacir Keluar Perbatasan Myawaddy

Kamis, 11 April 2024 | 19:15

Menag Klaim Jemaah Salat Id di Istiqlal Tahun Ini Pecahkan Rekor karena Jokowi

Rabu, 10 April 2024 | 10:30

Undang Menteri Bersaksi, Bukti Hakim MK Fokus Pada Proses

Selasa, 02 April 2024 | 10:11

UPDATE

Publik Tertawa Lihat Megawati Kritik "Pemerintahannya" Sendiri

Jumat, 12 April 2024 | 22:00

Prabowo Silaturahmi Lebaran di Kediaman SBY di Cikeas

Jumat, 12 April 2024 | 21:31

Viral Pengemudi Fortuner Plat Dinas TNI Cekcok dengan Warga, Ini Faktanya

Jumat, 12 April 2024 | 21:19

Macet di Perlintasan, Suzuki Carry Ditabrak KA Argo Semeru

Jumat, 12 April 2024 | 21:07

Antisipasi Macet Dalam Kota, Polda Metro Siapkan Strategi Hadapi Arus Balik

Jumat, 12 April 2024 | 20:27

Suara PDIP Tetap Tinggi Berkat Kerja Politik Mengakar

Jumat, 12 April 2024 | 20:15

Said Didu: Rekonsiliasi Diperlukan untuk Melawan Perusak Bangsa

Jumat, 12 April 2024 | 20:03

KPK Segera Klarifikasi LHKPN Jaksa yang Disebut Peras Saksi

Jumat, 12 April 2024 | 19:30

Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan Rosalia Indah

Jumat, 12 April 2024 | 19:11

Arsjad dan Rosan Siratkan Pesan Damai Usai Pemilu

Jumat, 12 April 2024 | 19:00

Selengkapnya