Berita

Tabrakan antara kapal China (kiri) dengan kapal Penjaga Pantai Filipina (kanan) di Laut China Selatan/Net

Dunia

Pengamat: Adu Mulut China Vs Filipina di Laut China Selatan Bisa Picu Konflik Bersenjata

SELASA, 24 OKTOBER 2023 | 12:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Adu mulut saling menyalahkan antara China dan Filipina atas sengketa Laut China Selatan bisa meningkatkan risiko konflik bersenjata, yang juga melibatkan Amerika Serikat (AS).

Demikian kekhawatiran yang disampaikan oleh Ding Duo, peneliti di Institut Nasional untuk Studi Laut China Selatan, seperti dimuat South China Morning Post, Selasa (24/10).

Dalam pendapatnya, Ding Duo menyoroti dua insiden tabrakan antara kapal China dan Filipina pada Minggu (22/10) hingga menimbulkan ketegangan di antara dua negara.


Menurut Ding, insiden tersebut dapat menjadi titik balik bagi hubungan antara Beijing dan Manila, sekutu tertua AS di Asia.

Ketegangan pada Minggu terjadi menjelang putaran terakhir perundingan Kode Etik Laut China Selatan. Pembicaraan tersebut, yang dimulai pada awal pekan ini di Beijing, bertujuan untuk mencegah konflik bersenjata besar di Laut Cina Selatan.

"Selama beberapa tahun terakhir, kedua belah pihak berhasil mengendalikan perbedaan mereka dengan baik, sehingga ada kesepakatan tak terucapkan tentang cara menangani perselisihan di Laut China Selatan," ujar Ding.

"Tetapi sekarang, perjanjian tersebut telah dilanggar," imbuhnya.

Ding mengatakan konfrontasi ini dapat merusak kepercayaan bilateral dan mempengaruhi perundingan kode etik yang sedang berlangsung dan telah lama ditunggu-tunggu.

“Kejujuran dalam negosiasi akan berkurang," kata Ding.

Laut Cina Selatan adalah jalur perdagangan sibuk yang penting bagi negara-negara di Asia Tenggara dan Timur. Peningkatan eskalasi di sana akan meningkatkan risiko campur tangan AS sekutu Filipina selama lebih dari 70 tahun.

Berdasarkan Perjanjian Pertahanan Bersama tahun 1951, AS wajib membela Filipina jika pasukan, kapal, dan pesawatnya diserang, termasuk penjaga pantainya, di mana pun di Laut Cina Selatan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya