Berita

Capturing soal keyakinan publik atas kecenderungan dukungan Jokowi pada Capres/Repro

Politik

Survei LSI: Publik Percaya Jokowi Lebih Dukung Prabowo Ketimbang Ganjar

MINGGU, 22 OKTOBER 2023 | 19:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mayoritas masyarakat percaya bahwa Presiden Joko Widodo lebih mendukung bakal calon presiden (Bacapres) Prabowo Subianto, ketimbang Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan.

Fakta itu terungkap dari hasil survei nasional yang diselenggarakan Lembaga Survei Indonesia (LSI), bertajuk "Sikap Publik Terhadap Keputusan MK dan Dampaknya Terhadap Dukungan Politik dalam Pemilu".

Menurut Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, ada dua calon presiden yang lebih didukung Jokowi, Prabowo dan Ganjar. Keduanya pun bersaing ketat dalam hal prediksi dukungan.


"Tapi kalau kita tanyakan, siapa calon presiden yang lebih didukung Jokowi, maka masih bersaing ketat antara Prabowo dengan Ganjar Pranowo," kata Djayadi, saat memaparkan hasil survei secara virtual, Minggu (22/10).

Hasilnya, Prabowo menjadi tokoh utama yang diyakini masyarakat lebih didukung Presiden Jokowi, dengan memperoleh angka 39,3 persen. Sedangkan Ganjar Pranowo memperoleh angka 36,9 persen. Anies Baswedan hanya 4,8 persen.

"Jadi publik sampai kemarin, sampai survei ini dilakukan, masih menilai bahwa Jokowi mendukung Ganjar dan Prabowo. Nggak tau kalau Gibran sudah ditetapkan, mungkin akan ada perubahan," pungkas Djayadi.

Survei digelar pada 16-18 Oktober 2023, melibatkan 1.229 responden, melalui sambungan telepon langsung. Tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen, dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya