Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

UNICEF: 7,6 Juta Anak di Ethiopia Putus Sekolah

MINGGU, 22 OKTOBER 2023 | 12:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jutaan anak di Ethiopia terpaksa harus putus sekolah, memicu kekhawatiran terkait sektor pendidikan di negara Afrika Timur itu.

Data dari Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa Bangsa (UNICEF) menunjukkan sebanyak 7,6 juta anak di seluruh Ethiopia putus sekolah karena berbagai faktor, mulai dari bencana alam hingga kondisi keamanan.

Sementara itu, total 8.552 atau 20 persen sekolah di Ethiopia dilaporkan rusak sebagian atau parah.


“Data klaster pendidikan menunjukkan bahwa 7,6 juta anak masih tidak bersekolah karena berbagai guncangan dan bahaya di seluruh Ethiopia. Konflik yang sedang berlangsung di Amhara, Oromia, dan wilayah lain telah meningkatkan angka putus sekolah secara drastis,” kata laporan UNICEF, seperti dikutip Xinhua, Minggu (22/10).

Laporan ini memperingatkan bahwa semakin lama anak-anak tidak bersekolah, semakin kecil kemungkinan mereka untuk kembali ke pendidikan formal.

UNICEF juga memperingatkan bahwa kelompok pendidikan masih menjadi salah satu kelompok yang paling kekurangan dana, dengan dana yang ada saat ini hanya memungkinkan cakupan 22 persen, yang hanya mencakup 851.000 anak, dibandingkan dengan rencana tanggap kemanusiaan untuk Ethiopia.

Klaster pendidikan ini menargetkan 3,8 juta anak, yang berarti hanya 30 persen dari anak-anak yang membutuhkan berdasarkan perhitungan dan perencanaan tahun 2023.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya