Berita

Mahfud MD menaiki kendaraan yang didesain khusus saat mendaftarkan diri bersama Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden-wakil presiden ke KPU RI/RMOL

Politik

Jadi Bacapres, Mahfud MD Diharapkan Lebih Progresif Tangani Pelanggaran HAM Berat di Aceh

SABTU, 21 OKTOBER 2023 | 04:28 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Jika pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD terpilih, maka terbuka peluang bagi masyarakat Aceh bisa menitipkan sebuah harapan. Khususnya kepada Mahfud, agar penanganan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang terjadi di Aceh dapat lebih progresif lagi.

"Jika pasangan Ganjar dan Mahfud MD terpilih maka terbuka peluang bagi penanganan pelanggaran HAM berat lebih progresif lagi," kata pemerhati politik dan sosial, Risman Rachman kepada Kantor Berita RMOLAceh, Jumat (20/10).

Harus diakui, kemajuan penanganan HAM berat menemukan bentuknya yang lebih konkret sejak Mahfud MD bergabung dalam pemerintahan Jokowi. Bahkan ada pengakuan Presiden selaku kepala negara terhadap sejumlah pelanggaran HAM berat.


"Termasuk di Aceh, ada peran dari Mahfud MD," ujarnya.

Risman menilai Mahfud juga sangat jelas dalam memberi keterangan. Hal itu tentu saja cocok dengan karakter orang Aceh yang suka dengan pola komunikasi crah-beukah.

“Misalnya terkait bekas banggunan Rumoh Geudong. Itu awalnya sempat menimbulkan polemik. Namun, begitu disampaikan oleh Pak Mahfud MD, langsung terang," sebutnya.

Menurut Risman, ada 5.000 data pelanggaran HAM diserahkan kepada Pemerintah melalui Mahfud. Data tersebut diserahkan oleh Wali Nanggroe, Tgk Malik Mahmud Al Haytar.

"Data tersebut bersumber dari rekapitulasi investigasi yang telah diambil pernyataan langsung oleh Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh untuk merespons pengakuan Presiden terkait kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi, termasuk di wilayah Aceh," ujar Risman.

Selain itu, kata Risman, terkait implementasi butir-butir MoU Helsinki yang masih belum tuntas sepenuhnya juga dapat diharapkan kepada Mahfud bila nantinya terpilih. Sebab Mahfud bukan orang asing dengan usaha mengakhiri konflik Aceh.

"Pada masa Gus Dur lah jalan damai awal dirintis dan saat itu Pak Mahfud ada di dalam pemerintahan yang dipimpin oleh Gus Dur dan Megawati," kata Risman.

Jadi, menurut Risman, PDIP juga terbuka untuk mendukung Aceh baik dalam konteks pembangunan maupun dalam hal penguatan perdamaian. Selama ini, PDIP pasti sudah melihat secara sangat terang tentang komitmen Aceh dalam menjaga dan merawat perdamaian.

“Dan, PDIP juga pernah menjadi partai pengusung Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilkada yang mengantar kemenangan kepada keduanya," ujarnya.

Dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, masyarakat di Aceh juga sudah dengan mudah mengetahui perkembangan-perkembangan politik terkini. Termasuk mengetahui bahwa secara elektoral para pemilih muslim juga sangat banyak yang bergabung dan menjadi pemilih PDIP.

“Dipilihnya Mahfud MD juga menegaskan bahwa PDIP tidak ingin membatasi diri dengan ideologi nasionalis belaka tapi juga ingin hadir sebagai nasionalis yang religius," tandas Risman.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya