Berita

Pasangan capres-cawapres, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD/Ist

Politik

Mahfud Dianggap Pasangan Tepat bagi Ganjar, PDIP Jabar Optimistis Menang

RABU, 18 OKTOBER 2023 | 17:29 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Putusan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, memilih Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Mahfud MD, sebagai bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo direspons positif kader banteng di daerah.

Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono mengatakan, pihaknya siap memenangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

"Jawa Barat optimis menang. Kami meyakini Pak Mahfud MD adalah tokoh yang paling tepat untuk mendampingi Mas Ganjar. Pak Mahfud adalah sosok figur religius, berintegritas sebagai pejabat publik selama beberapa dekade, dan memiliki banyak pengalaman," kata Ono dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (18/10).


Ono Surono optimistis pasangan Ganjar-Mahfud bakal meraih 51 persen suara di Jawa Barat pada Pilpres 2024. Ia yakin hari demi hari ada pergeseran dan dukungan semakin menebal.

"Mas Ganjar Pranowo telah teruji bekerja untuk rakyat. Dua kali jadi anggota DPR, dua kali gubernur, dan itu tidak dimiliki calon-calon lain. Banyak program Mas Ganjar selama menjadi Gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut yang berhasil, misalnya penurunan angka kemiskinan dan kasus stunting," tutur anggota Komisi IV DPR RI ini.

Ono Surono menambahkan, Mahfud MD juga memiliki banyak pengalaman di pemerintahan maupun dunia politik Tanah Air. Mahfud MD pernah menjadi anggota DPR RI, pernah beberapa kali menjadi menteri, dan pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Lebih jauh Ono menegaskan, seluruh kader PDIP yang duduk baik di eksekutif maupun legislatif, juga simpatisan dan relawan, tegak lurus serta harus turun untuk menyosialisasikan Ganjar Pranowo kepada segenap elemen masyarakat Jabar.

"Kami tegak lurus. Saya yakin pasangan nasionalis-religius Ganjar-Mahfud mampu memimpin Indonesia dengan segala pengalamannya dan membawa Indonesia lebih sejahtera menyongsong Indonesia Emas di 2045," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya