Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Mengikuti Keberhasilan India Sekaligus Persiapan Percaturan Asian Games 2026 di Nagoya

OLEH: JONNY SINAGA
RABU, 18 OKTOBER 2023 | 14:45 WIB

DI bidang catur, Indonesia harus mengakui kehebatan India yang saat ini berada di urutan ke-2 dunia di bawah Amerika Serikat.

India sekarang memiliki 48 pecatur bergelar grandmaster. Sedangkan Indonesia yang berada di urutan ke-59 dunia hanya memiliki 2 orang grandmaster, yakni Novendra Priasmoro dengan elo rating 2.499 dan Susanto Megaranto dengan elo rating 2.495 sesuai dengan pengumuman terakhir badan catur dunia (FIDE).
 
Sangat disayangkan pecatur Indonesia hanya diwakili oleh pecatur putri dalam Asian Games 2023 di Hangzhou, China, baru-baru ini, dan itupun tidak berhasil mendapatkan medali.


Mengingat Asian Games berikutnya masih tiga tahun lagi, diharapkan Percasi tidak berpangku tangan tapi menyingsingkan lengan untuk membina para pecatur Indonesia.

Kalau melihat pecatur dunia saat ini, dari 100 besar ada 9 orang dari India dan tidak satu orang pun dari Indonesia. Bahkan pecatur D. Gukesh yang masih berusia 17 tahun namun sudah memiliki elo rating 2.758 diharapkan masih lama bertengger di papan catur dunia untuk mengharumkan India.
 
Bagaimana dengan pecatur Indonesia?
 
Sesungguhnya Indonesia memiliki banyak bakat luar biasa. Namun pembinaan sangat kurang, apalagi dukungan untuk bisa bertanding di arena internasional sangat minim. Seandainya hal ini lebih diperhatikan, bukan mustahil akan lahir pecatur-pecatur andal Indonesia yang pada gilirannya dapat mengharumkan nama Indonesia di arena internasional seperti Asian Games dan Olimpiade.
 
Menurut daftar FIDE, ada sejumlah pecatur muda Indonesia yang potensial. Seperti Aditya Bagus Arfan (kelahiran 2006) yang sudah memiliki elo rating 2.415, Steven Tan (kelahiran 2010) dengan elo rating 1.951, Uriel Noah Oloan Sidabutar (kelahiran 2009) dengan elo rating 1.950, Wijaya Andra (kelahiran 2009) dengan elo rating 1.927, Kenny Horasino Bach (kelahiran 2013) sudah memiliki elo rating 1.764, Keenan Aldrich Kristianto (kelahiran 2012) yang sudah memiliki elo rating 1.616.

Lalu Muhammad Ghaly Nabil (kelahiran 2011) dengan elo rating 1.616, Rafa Firjatullah (kelahiran 2011) yang sudah memiliki elo rating 1623, As Syahsyah Syakish Thirof (kelahiran 2011) yang sudah memiliki elo rating 1.610, Morado Simanjuntak (kelahiran 2009) elo rating 1.822, Andreas Tio Parulian Tampubolon (kelahiran 2009) elo rating 1.750, M. Eda Taufik Defasya (kelahiran 2009) yang sudah memiliki elo rating 1.745.
 
Jika 12 orang anak muda ini dibina sejak dini dan diikutsertakan ke berbagai pertandingan internasional, seperti yang dilakukan oleh Novendra Priasmoro yang baru-baru ini mendapat gelar grandmaster, diharapkan akan muncul grandmaster-grandmaster baru Indonesia.

Bahkan tidak mustahil pecatur Indonesia akan muncul di daftar 100 pecatur terbaik dunia dengan elo rating tinggi seperti yang dialami oleh India saat ini.

Bisa dilakukan dengan bekerjasama dengan berbagai pihak misalnya dengan 132 perwakilan Indonesia di seluruh dunia agar anak-anak ini bisa mengikuti turnamen yang dapat meningkatkan elo rating mereka.

Penulis adalah Pemerhati Catur, Penggagas Group Peningkatan Ekspor RI, dan mantan Duta Besar RI untuk Argentina

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya