Berita

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI)/Net

Politik

PPMI Gabung Poros Buruh Pendukung Anies-Muhaimin

SENIN, 16 OKTOBER 2023 | 21:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dukungan kepada pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) terus mengalir. Kali ini datang dari Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI).

Melalui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang digelar 15 hingga 16 Oktober 2023, PPMI menyatakan diri untuk bergabung bersama 40 federasi/konfederasi pekerja untuk mendukung Amin.  

“Mukernas secara bulat mendukung penuh pasangan Amin dalam Pilpres 2024 yang akan datang," kata Presiden PPMI, Daeng Wahidin kepada wartawan, Senin malam (16/10).


Koordinator SC Mukernas PPMI 2023, Arsanty Handayani menjelaskan bahwa Mukernas 2023 mengambil tema "Implementasi Gerakan Politik Buruh/Pekerja Sebagai Gerakan Perubahan Mewujudkan Negara yang Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tercatat sebanyak 200 peserta dari berbagai DPW/DPC se-Indonesia hadir dalam acara tersebut.

Ia menyebutkan, Mukernas PPMI ini spesial karena dilaksanakan pada saat menjelang pendaftaran Capres, dan anggota PPMI se Indonesia dan Luar Negeri sangat menantikan putusan dan arahan dari DPP PPMI tentang siapa Capres dan Cawapres yang didukung PPMI.

Ketua OC Mukernas PPMI 2023 H. Andi Corawali Makmur, S.H. menambahkan, bahwa mukernas ini merupakan momentum untuk menyatukan kembali niat, tekad dan komitmen bersama seluruh anggota PPMI, khususnya dalam menyikapi berbagai isu nasional yang ada saat ini.

Salah satu yang jadi sorotan adalah keinginan agar buruh tidak menjadi objek kepentingan politik. Buruh harus menjadi penentu perjuangan politik dan ambil bagian dalam kontes perpolitikan tanah air.

PPMI ingin agar presiden terpilih nanti konsisten dalam memperjuangkan nasib buruh. Khususnya dalam menyikapi keberadaan Ominibus Law UU Cipta Kerja. Sementara konsistensi penolakan itu dirasa ada pada sikap pasangan Amin.

“Omnibus Law sangat tidak memperhatikan suara buruh,” tegasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya