Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Serangan Balasan Israel, Netanyahu: Ini Baru Permulaan

MINGGU, 15 OKTOBER 2023 | 07:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Serangan Israel ke Jalur Gaza yang terjadi selama hampir satu pekan ini disebut sebagai permulaan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Hal itu diungkapnya dalam siaran televisi di saluran 12 Israel pada Jumat (13/10). Dia mengatakan akan memastikan bahwa Hamas serta seluruh pihak yang membantunya mendapat balasan setimpal atas serangan mendadak yang dilakukan akhir pekan lalu.

"Kami menyerang musuh-musuh kami (Hamas) dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan saya tegaskan bahwa ini hanyalah permulaan," tegasnya, seperti dimuat Anadolu Agency.


Menurut penuturan Netanyahu, pihaknya telah memobilisasi dukungan dan pasokan senjata internasional besar-besaran untuk perang.

Dia menambahkan, pertempuran baru bisa diakhiri jika Hamas benar-benar dikalahkan.

"Israel akan mengakhiri pertempuran pada waktu yang dianggap tepat setelah Hamas dikalahkan," kata Netanyahu.

Sejak perang meletus pada Sabtu (7/10), jumlah warga Palestina yang tewas telah meningkat menjadi 1.799 orang dan setidaknya 6.612 orang terluka. Di antaranya termasuk  1.644 anak-anak dan 1.005 wanita.

Konflik dimulai ketika Hamas memulai Operasi Badai Al Aqsa berupa serangan mendadak di darat dan udara ke Israel Selatan.

Hamas mengatakan operasi tersebut merupakan pembalasan atas penyerbuan Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki dan meningkatnya kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina.

Militer Israel kemudian melancarkan Operasi Pedang Besi terhadap sasaran Hamas di Jalur Gaza.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya