Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Omset Perdagangan Ukraina Meningkat, China jadi Nomor Satu Pengimpor Utama Disusul Polandia

SABTU, 14 OKTOBER 2023 | 12:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Laporan terbaru yang dirilis Layanan Bea Cukai Negara Ukraina menunjukkan bahwa omset perdagangan negara itu mencapai 73,7 miliar dolar AS (1,1 kuadriliun rupiah) selama periode Januari-September 2023, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya dengan 72,3 miliar dolar AS.

Menurut laporan tersebut, jumlah itu diperoleh dari impor barang senilai 46,6 miliar dolar AS dan ekspor senilai 27,1 miliar dolar AS.

Impor Ukraina terutama berasal dari China dengan nilai 7,4 miliar dolar AS. Diikuti Polandia 4,9 miliar dolar AS, dan Turkiye 3,7 miliar dolar AS.


Sementara ekspor negara tersebut sebagian besar ditujukan ke Polandia dengan nilai 3,7 miliar dolar AS, Rumania 3 miliar dolar AS, dan Turkiye 1,9 miliar dolar AS.

"Pada Januari-September 2023, 65 persen barang yang diimpor termasuk mesin, peralatan dan kendaraan bermotor senilai 14,1 miliar dolar AS, produk kimia 8,4 miliar dolar AS, serta produk bahan bakar dan energi 7,9 miliar dolar AS," menurut laporan bea cukai, seperti dimuat Ukrinform, Sabtu (14/10).

Sementara itu, barang ekspor Ukraina sebagian besar terdiri dari produk makanan senilai 16,1 miliar dolar AS, logam dan peralatan logam 3 miliar dolar AS, mesin, peralatan dan kendaraan bermotor 2,3 miliar dolar AS.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya