Berita

Serangan Israel banyak menghancurkan bangunan dan infrastruktur di Jalur Gaza/Net

Global

Israel Terus Gempur Gaza, Warga Palestina Makin Sulit Cari Tempat Berlindung

SELASA, 10 OKTOBER 2023 | 17:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Serangan balasan Israel terhadap Hamas belum berhenti, bahkan semakin intens setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendeklarasikan perang.

Gempuran Israel dilaporkan masih berlangsung pada Selasa (10/10), dengan pemboman tanpa henti ke pusat kota Gaza.

The Star juga melaporkan militer Israel telah mendapatkan kembali kendali wilayah selatan dan perbatasan yang sebelumnya direbut oleh Hamas selama Operasi Badai Al Aqsa pada Sabtu (7/10).


Sementara itu, militer Israel memperluas mobilisasi pasukan cadangan menjadi 360 ribu untuk menghadapi hamas.

Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang ratusan sasaran di lingkungan Rimal di Gaza, sebuah distrik kelas atas padat penduduk yang merupakan rumah bagi kementerian pemerintah yang dikelola Hamas, serta universitas, organisasi media, dan kantor organisasi bantuan.

Kehancuran di Rimal menandakan taktik baru Israel, yaitu memperingatkan warga sipil untuk meninggalkan daerah tertentu dan kemudian menyerang daerah tersebut dengan serangan udara dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jika pemboman seperti ini terus berlanjut, warga sipil di Gaza akan memiliki semakin sedikit tempat untuk berlindung.

Jurubicara militer Israel, Letkol Richard Hecht menyarankan warga Palestina harus mencoba keluar melalui perbatasan Rafah dengan Mesir.

Menurut data PBB, lebih dari 187 ribu dari 2,3 juta penduduk Gaza telah meninggalkan rumah mereka. Ini adalah jumlah terbesar sejak serangan udara dan darat oleh Israel pada tahun 2014.

UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina, menampung lebih dari 137 ribu orang di sekolah-sekolah di seluruh wilayah tersebut.

Sejauh ini Hamas belum berbicara secara terbuka mengenai apakah mereka sudah mengantisipasi serangan balasan Israel.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya