Berita

Diskusi Aktivis Jabar soal KPK/Ist

Politik

Soal Dugaan Pemerasan terhadap SYL, Aktivis Jabar: Itu Maling Teriak Maling

SELASA, 10 OKTOBER 2023 | 14:04 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjaga marwah sebagai lembaga antirasuah ditunjukkan puluhan aktivis Jawa Barat. Melalui sebuah diskusi yang digelar di Kota Bandung, para aktivis ini menduga ada skenario yang dirancang Syahrul Yasin Limpo untuk melemahkan KPK usai ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ini KPK tengah menjadi sorotan publik terkait isu miring yang menyebut ada permintaan uang senilai 1 miliar dolar Singapura dari Ketua KPK kepada Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai uang tutup mulut.

Direktur Jabar Watch, Rif'at Sofwat mengatakan, tindakan korupsi adalah sebuah pembunuhan manusia, dan KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi harus diperkuat.


"Sejauh ini KPK hanya berperan dalam mengusut kasus-kasus kecil. Jangan sampai orang-orang mati gara-gara korupsi, karena korupsi membunuh banyak harapan dan mimpi anak bangsa," ujarnya, diwartakan Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (10/10).

Rif'at menambahkan, saat ini ada beberapa pihak yang ingin membuat otoritas KPK menjadi lemah. Menurutnya, SYL adalah salah satu pihak yang ingin menghancurkan marwah KPK.

"Kita menduga skenario Syahrul Yasin Limpo adalah akal-akalannya saja. Skenario itu ibaratnya maling teriak maling. Yang jelas tujuannya hanya ingin melemahkan KPK dalam mengusut kasus korupsi," tambahnya.

Dalam diskusi tersebut, Riung Aktivis Jabar mengajak masyarakat untuk terus mendukung dan mengawal KPK dalam menjalankan tugas-tugasnya memberantas korupsi di Indonesia.

"Kami Riung Aktivis Jabar menyatakan akan selalu mendukung lembaga KPK dalam menjalankan tugas-tugasnya. Kami juga mengajak masyarakat untuk selalu mendukung KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya