Berita

Gedung Dewan Perwakilan Rakyat/Net

Publika

Bersih-bersih DPR dari Koruptor

OLEH: ANDRE VINCENT WENAS*
SELASA, 10 OKTOBER 2023 | 10:43 WIB

PERAMPASAN Aset Koruptor itu sudah ada rancangan undang-undangnya.
Tapi sampai saat ini masih berupa rancangan, belum jadi undang-undang.

Singkat cerita, DPR yang sekarang nampaknya enggan mengesahkannya.
Karena dengan rancangan undang-undang ini pemerintah (lewat instrumen hukum tentunya) bisa merampas aset si koruptor tanpa prosedur yang berbelit-belit.


“Jebakan prosedural” yang ujungnya sang koruptor “cuma formalitas” saja masuk Sukamiskin (penjara untuk koruptor) tapi tak pernah jadi
miskin. Gampangnya begitu. Padahal jadi miskin adalah hal yang paling ditakuti para pembegal uang rakyat itu.

DPR yang sekarang (artinya periode 2019-2024) terdiri dari 575 anggota yang berasal dari 9 partai politik. Parpol itu adalah: PDIP (128 kursi), Golkar (85), Gerindra (78), Nasdem (59), PKB (58), Demokrat (54), PKS (50), PAN (44) dan PPP (19).

Terhadap pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor ini semua, ya semua, kelihatan sekali enggan untuk memperjuangkan pengesahannya. Kenapa ya? Semua bungkam.

Padahal pihak eksekutif melalui Supres (Surat Presiden) yang
ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo sudah menyampaikannya sejak
beberapa bulan yang lalu, agar segera dibahas untuk diundangkan.

Entah mengapa RUU Perampasan Aset Koruptor (plus RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal, artinya pembatasan transaksi uang cash) ini
terkesan tidak popular di kalangan politisi. Ya bahkan parpol yang sekarang ikut Pemilu 2024 (seperti Perindo, Hanura, PBB, Buruh, Gelora, PKN, Garuda dan Ummat) tidak bicara soal kedua RUU itu.

Hanya satu partai politik yaitu PSI (Partai Solidaritas Indonesia)
yang bahkan sejak tahun yang lalu mendorong pengesahan RUU ini. Bahkan RUU ini masuk dalam tema (janji) kampanyenya.

Bahkan Kaesang Pangarep (Ketua Umum PSI) menyampaikannya kepada Inang Irma Hutabarat (salah satu politisi senior di PSI) tentang hal ini. Silahkan Simak percakapannya dalam podcast Zulfan Lindan, ‘Unpacking Indonesia’.

Ngeri memang, RUU Perampasan Aset Koruptor ini bisa jadi senjata makan tuan dari mereka yang mengesahkannya. Lantaran konspirasinya sudah berjamaah. Lembaga legislatif yang seyogianya menjadi “watch-dog” (anjing penjaga) terhadap anggaran negara telah menjadi kolaborator dalam praktik penggerogotan uang rakyat.

Contoh gamblang di depan hidung kita, praktik korupsi BTS yang triliunan rupiah itu ternyata melibatkan nama besar dari parpol besar. Simak saja kesaksian para pelaku yang tertangkap.

Memang mesti dibersihkan total DPR kita ini.

*Penulis adalah Direktur Eksekutif, Lembaga Kajian Strategis Perspektif (LKSP) Jakarta

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya