Berita

Bakal calon wakil presiden, Muhaimin Iskandar saat menghadiri jalan sehat di Kota Malang/Net

Suluh

Jalan Amin Semakin Terjamin

SELASA, 10 OKTOBER 2023 | 01:15 WIB | OLEH: WIDIAN VEBRIYANTO

KEHADIRAN pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Amin) di akhir pekan selalu menyita perhatian publik. Bertajuk jalan sehat, ratusan ribu masyarakat diperkirakan tumpah ruah menyambut jagoan dari Nasdem, PKB, dan PKS itu.

Terbaru, pada Minggu (8/10), sepanjang Jalan Ijen dan Taman Simpang Balapan Kota Malang, Jawa Timur jadi saksi antusiasme masyarakat pada pasangan yang mengusung tema perubahan itu. Sementara Makassar sudah lebih dulu digemparkan kehadiran pasangan Amin pada Minggu (24/9). Seperti di Malang, ratusan ribu orang diperkirakan menghadiri kegiatan bertajuk jalan gembira tersebut.

Pasangan Amin memang lebih luwes dalam berkampanye. Keduanya tidak lagi memandang tempat dan sasaran. Bisa ke kampus-kampus, sowan ke kiai, hingga mendatangi masyarakat umum secara langsung. Keduanya, bisa berbicara tentang gagasan bangsa, isu keagamaan, dan tentang pedesaan sekalipun.


Tidak hanya itu, keduanya juga lebih taktis dalam berkampanye. Tawarannya jelas, perubahan. Sehingga tidak perlu berhati-hati lagi dalam menawarkan gagasan perubahan demi kesejahteraan rakyat. Berbeda dengan calon lawan-lawan mereka yang kudu hati-hati dalam berbicara. Salah sedikit saja, maka dukungan “Pak Lurah” melayang.

Tidak Bergantung Jokowi

Kelebihan lain pasangan Amin adalah mereka tidak bergantung pada dukungan dari Presiden Joko Widodo. Entah itu dukungan langsung maupun dukungan pengaruh. Sementara bacapres lain, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto masih menanti dan menebak-nebak, ke mana arah dukungan presiden berlabuh.

Terkadang, pendukung Ganjar dan Prabowo juga liar. Mereka saling menjatuhkan untuk menggapai dukungan itu. Ganjar selalu disudutkan sebagai capres boneka, sementara Prabowo diserang isu kesehatan dan diungkit lagi kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM.

Kunci untuk mengetahui arah dukungan Jokowi ada pada anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka. Pada pekan ini, jika apa yang disampaikan Menkominfo Budi Arie benar, maka Mahkamah Konstitusi (MK) akan menerbitkan putusan tentang gugatan usia capres-cawapres. Andai putusan itu menyebut capres-cawapres boleh berusia 35 tahun, maka peluang Gibran tampil di pilpres terbuka.

Saat ini, Walikota Solo itu digadang bakal menjadi pendamping Prabowo Subianto. Di media sosial bahkan sudah beredar tumpukan kaos dengan sablon tulisan Prabowo-Gibran, yang seolah siap diedarkan. Seperti gayung bersambut, adik Gibran, yang kini menjabat Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep seolah memberi restu. Dengan nada diplomatis, dia mengatakan ingin melihat dulu hasil putusan dari MK yang dipimpin Anwar Usman, yang tak lain adalah adik ipar Presiden Jokowi.

Sementara PDIP tentu sudah menyiapkan kuda-kuda agar Gibran yang sudah dimenangkan di Solo lari. Salah satunya dengan menawari Gibran masuk Tim Pemenangan Nasional Ganjar Presiden (TPN GP). Tapi sialnya, tawaran itu belum diiyakan oleh Gibran. Alasannya, karena Gibran tidak mau cuti terlalu lama sebagai walikota. Sekadar alasan atau memang tidak mau?

Terlepas dari beragam ketegangan antara kubu Ganjar dan Prabowo tersebut, yang diuntungkan tentu pasangan Amin. Mereka bisa terus bersosialisasi, walau kadang “diganggu”. Tapi setidaknya, mereka tidak berkutat atau jalan di tempat untuk mengurusi hal-hal yang remeh temeh, yaitu tentang ketergantungan pada pengaruh kuasa.

Kini Amin tampak sudah menguasai basis pemilih Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur. Sekjen PKB, Hasanuddin Wahid bahkan berani sesumbar, pasangan Amin akan meraih minimal 60 persen suara. Target yang lumayan menggetarkan, lantaran suara di Pulau Jawa bisa terdistribusi merata andai Ganjar menguasai Jawa Tengah dan Prabowo perkasa di Jawa Barat.

Bagaimanapun, untuk saat ini jalan Amin semakin terjamin karena mereka tidak bergantung pada jaminan kemenangan dari penguasa.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya