Berita

Bank Sentral Israel/Net

Bisnis

Israel Jual Rp 470 Triliun Valuta Asing Demi Jaga Stabilitas Keuangan Nasional

SENIN, 09 OKTOBER 2023 | 18:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Untuk menjaga stabilitas keuangan selama perang di Gaza, Bank Sentral Israel berencana menjual mata uang asing senilai 30 miliar dolar (Rp 470 triliun) di pasar terbuka.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (9/10), Bank Sentral berusaha mengurangi penurunan mata uang shekel yang baru-baru ini anjlok ke level terendah dalam delapan tahun.

"Bank akan beroperasi di pasar pada periode mendatang untuk mengurangi volatilitas nilai tukar shekel dan menyediakan likuiditas yang diperlukan agar pasar tetap berfungsi dengan baik,” kata Bank Sentral Israel, seperti dimuat Reuters.


Selain penjualan valuta asing, Bank Sentral juga akan menyediakan likuiditas melalui mekanisme SWAP di pasar hingga 15 miliar dolar AS (Rp 235 triliun).

"Bank Israel akan terus memantau perkembangan, melacak semua pasar, dan bertindak dengan alat yang tersedia jika diperlukan,” tambahnya.

Jelang pengumuman tersebut, shekel turun lebih dari 3 persen terhadap dolar di 3,95 per dolar AS (Rp 15,8 ribu).

Shekel sudah melemah, turun 10 persen terhadap mata uang AS sepanjang 2023, sebagian besar disebabkan oleh rencana perombakan hukum pemerintah yang sangat membatasi investasi asing.

Harga saham dan obligasi Israel turun 7 persen dan banyak bisnis tutup pada hari Minggu (8/10), sehari setelah kelompok bersenjata Hamas dari Gaza membunuh 700 warga Israel dan menculik puluhan lainnya dalam serangan yang disebut Operasi Badai Al Aqsa.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya