Berita

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Kesang Pangarep menghadiri konsolidasi nasional relawan Jokowi di Sentul, Kabupaten Bogor/Net

Publika

Syahrul Yasin Limpo sampai Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka

OLEH: ANDRE VINCENT WENAS
MINGGU, 08 OKTOBER 2023 | 18:14 WIB

SEMPAT MIA (missing in action) sebentar, tiba-tiba diberitakan SYL (Syahrul Yasin Limpo) sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Menkopolhukam bilang dia sudah TSK (tersangka), tapi belum juga ditangkap KPK.

Kenapa molor dari jadwal kepulangan semula? Prostatnya kambuh, stres, jadi berobat dulu di Eropa. Soal sempat hilang kontak beberapa saat gimana? Ya nggak gimana-gimana katanya, pokoknya sudah kembali. Ya sudah.

Lalu muncul kabar menghebohkan, soal pimpinan KPK yang diduga memeras SYL. Waduh, kalau itu benar, duit hasil curian digarong begal namanya. Singkat cerita kepolisian yang turun tangan, bakal disidik katanya. Duit tunai Rp30 miliar, beberapa pucuk senjata api, dan mobil Audi disita. Kita tunggu saja kelanjutannya.


Kasus di Kementerian Pertanian ini bukan barang baru. Bau apeknya sudah lama. Membuat gedung Kementerian Pertanian di kawasan Ragunan itu semakin kusam. Toh akhirnya bisul pecah juga, tapi belum tuntas.

Dideteksi ada tiga klaster korupsi sebetulnya. Soal jual-beli jabatan (ini yang lagi ramai), lalu soal rekomendasi impor, dan soal pengadaan alat-alat pertanian. Ingat, baru satu bisul yang pecah, baru soal jual-beli jabatan.

Sedangkan soal rekomendasi impor dan pengadaan barang, belum diungkap. Katanya ini melibatkan “orang-orang gede” (penguasa dan pengusaha) dan duitnya “lebih gede” lagi. Seberapa “gede”sih? Pokoknya Gunung Gede saja bisa minder untuk sekedar ngegosipin.  

Belum lagi kita bicara keterlibatan partai politik di belakangnya, apalagi menjelang Pemilu 2024. Okelah, kita pantau terus.

Sekarang kita omongin Kaesang Pangarep lagi. Kemarin (Sabtu, 7 Oktober 2023) dia muncul di kawasan Sentul, Bogor. Di acara konsolidasi nasional relawan Jokowi. Memakai jaket PSI, Kaesang bikin suasana rapat akbar itu riuh rendah. Heboh.

Konsolidasi nasional relawan Alap-Alap Jokowi ini sempat dikombinasi warna Kopdarnas ala PSI. Kaesang didampingi Erina Gudono sempat berselfi ria dengan para peserta yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara.

Raja Juli Antoni (wakil Menteri ATR/BPN, juga Sekjen PSI) yang memandu acara, dihadiri Giring Ganesha (Dewan Pembina PSI) didampingi banyak kader PSI lainnya.

Apalagi Presiden Jokowi menyebut Giring Ganesha dalam sambutannya. Ini tentu jadi pemberitaan. Lantaran ia satu-satunya petinggi parpol yang hadir dan disebut oleh Presiden Jokowi. Semiotikanya? Biarlah ahli komunikasi saja yang membahas.

Saya sendiri mengamati jalannya Konsolidasi Nasional Relawan Alap-Alap Jokowi dari tengah kerumunan. Ini adalah jaringan relawan yang terdiri dari beberapa organisasi. Ada sekitar 16 sampai 17 ribu orang yang hadir dari berbagai penjuru.

Saya sempat jumpa mereka yang dari Jawa Tengah, Papua Pegunungan, Banten, Jawa Timur dan Jawa Barat. Mereka sangat antusias hanya untuk jumpa langsung dengan Jokowi, sampai menitikan air mata. Paspampres sibuk sekali, lantaran presidennya ingin bersentuhan langsung dengan rakyat yang mengelukannya sejak pagi.

Kaesang rupanya sudah menuju kawasan Senayan, mau lihat pameran kerajinan UKM disana. Lalu menghadiri Rapimnas Samawi di Istora Senayan. Masih dengan jaket PSI dan sekarang berpeci.  Samawi ini adalah Solidaritas Ulama Muda Jokowi.

Kaesang benar-benar gaspol dalam kerja politiknya sebagai Ketua Umum PSI. Melakukan konsolidasi politik kemana-mana.

Tapi yang menarik, dalam pertemuan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) ini, ada nama Gibran Rakabuming Raka (kakak Kaesang) disebut. Dia diusulkan oleh para ulama muda itu untuk jadi cawapresnya Prabowo Subianto.

Ada-ada saja. Pantau saja terus.


Penulis adalah Direktur Eksekutif, Lembaga Kajian Strategis Perspektif (LKSP) Jakarta




Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya