Berita

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago/Ist

Politik

Jika Duet Prabowo-Ganjar Batal, Anies-Cak Imin Berpotensi Jadi Kuda Hitam

RABU, 27 SEPTEMBER 2023 | 14:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pasangan bakal capres-cawapres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bisa menjadi kuda hitam di Pilpres 2024.

Hal itu terjadi, apabila duet bakal capres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto dengan bakal capres Ganjar Pranowo tidak terwujud.

Pasalnya, duet Prabowo-Ganjar atau Ganjar-Prabowo sangat sulit untuk terjadi mengingat kedua poros sama-sama kuat.


Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (27/9).

“Jika format koalisi besar tidak terbentuk dan pada akhirnya ada tiga poros koalisi, maka hal ini akan menjadi dilema bagi kubu nasionalis (PDIP dan Gerindra) yang akan membuka peluang munculnya kuda hitam (Anies Baswedan),” kata Pangi.

Sebab, kata Pangi, jarak elektabilitas Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo tidak terpaut terlalu jauh. Sehingga, kemungkinan pasangan Anies-Muhaimin bisa menyalip dan menjadi kuda hitam di Pilpres 2024.
 
“Merujuk data terbaru dari survei Voxpol Center menunjukkan belum ada kandidat dengan elektabilitas yang cukup meyakinkan, elektabilitas ketiga kandidat (Prabowo, Ganjar, Anies) tidak terpaut terlalu jauh,” tuturnya.

Diuraikan Pangi, dalam simulasi tiga nama,  Prabowo Subianto dengan elektabilitas 36,5 persen di posisi pertama, Ganjar Pranowo 30,4 persen dan Anies Rasyid Baswedan 26,4 persen. Hasil survei ini menggambarkan bahwa ada potensi pemilu dilakukan dua putaran.

“Jika situasi ini terjadi dan jika Anies Baswedan berhasil masuk ke putaran kedua, peluangnya untuk menang masih terbuka lebar,” urai pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

“Itu lantaran perebutan suara di kalangan pemilih yang belum menentukan pilihan dan pergeseran suara pada putaran kedua adalah kunci kemenangan,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya