Berita

Ilustrasi/PakistanToday

Dunia

Gandeng Huawei, Taliban Siapkan Jaringan Kamera Pengintai Skala Besar di Afghanistan

SELASA, 26 SEPTEMBER 2023 | 09:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Taliban sedang menciptakan jaringan kamera pengintai berskala besar di kota-kota Afghanistan.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Abdul Mateen Qani, mengatakan kepada Reuters, bahwa Taliban - yang secara terbuka mengatakan bahwa mereka fokus pada pemulihan keamanan dan memberantas ISIS - telah berkonsultasi dengan Huawei, pembuat peralatan telekomunikasi China, mengenai potensi kerja sama.

Peluncuran kamera massal, yang akan melibatkan fokus pada titik-titik penting di Kabul dan tempat lain, adalah bagian dari strategi keamanan baru yang akan memakan waktu empat tahun untuk diterapkan sepenuhnya, menurut Qani.


“Saat ini kami sedang mengerjakan peta keamanan Kabul, yang (sedang diselesaikan) oleh pakar keamanan dan (membutuhkan) banyak waktu,” ujarnya,

“Kami sudah memiliki dua peta, satu dibuat oleh AS untuk pemerintahan sebelumnya dan yang kedua dibuat oleh Turki," lanjut juru bicara itu.

Taliban sudah melakukan "obrolan sederhana" tentang potensi jaringan dengan Huawei pada Agustus, namun belum ada kontrak atau rencana pasti yang tercapai.

Laporan Bloomberg News pada Agustus menyebutkan bahwa Huawei telah mencapai “kesepakatan verbal” dengan Taliban mengenai kontrak untuk memasang sistem pengawasan, mengutip seseorang yang mengetahui diskusi tersebut.

Namun, pihak Huawei mengklaim tidak ada rencana yang dibahas selama pertemuan tersebut.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan dia tidak mengetahui adanya diskusi spesifik mengenai informasi kerja sama tersebut, tetapi menyatakan siap mendukung rekonstruksi Afghanistan.

"China selalu mendukung proses perdamaian dan rekonstruksi di Afghanistan dan mendukung perusahaan Tiongkok untuk melakukan kerja sama praktis yang relevan," ujarnya.

Ada lebih dari 62.000 kamera di Kabul dan kota-kota lain yang dipantau dari ruang kendali pusat, menurut Taliban. Pembaruan besar terakhir pada sistem kamera Kabul terjadi pada tahun 2008, yang sangat bergantung pada pasukan internasional yang dipimpin Barat untuk keamanan.

Ketika pasukan internasional yang dipimpin NATO secara bertahap menarik diri pada Januari 2021, wakil presiden saat itu, Amrullah Saleh, mengatakan pemerintahnya akan melakukan peningkatan besar-besaran pada sistem pengawasan kamera Kabul.

Saat itu Saleh mengatakan kepada wartawan bahwa rencana 100 juta dolar AS itu didukung oleh koalisi NATO.

“Pengaturan yang kami rencanakan pada awal tahun 2021 berbeda,” kata Saleh, seraya menambahkan bahwa “infrastruktur” untuk rencana tahun 2021 telah hancur.

Tidak jelas apakah rencana yang dirujuk Saleh serupa dengan rencana yang menurut Taliban telah mereka peroleh, atau apakah pemerintah akan mengubahnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya