Berita

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Net

Politik

Berat PDIP Gabung KIM, Prabowo Tetap Berpotensi Menang Jika Gandeng Ketum Golkar

SENIN, 25 SEPTEMBER 2023 | 14:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peluang PDI Perjuangan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres), dinilai sulit terwujud. Karena, di dalam gerbong koalisi ada sosok potensial calon wakil presiden (Cawapres) yang mampu mendongkrak suara.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie mengamati, kekuatan KIM sudah terbilang kuat jika dibanding barisan koalisi lainnya, yaitu Koalisi PDIP yang mengusung Ganjar Pranowo, maupun Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai pasangan calon (Paslon).

Dia memandang, isu PDIP berkolaborasi dengan gerbong KIM dengan memunculkan skema Prabowo-Ganjar memiliki banyak kendala. Salah satunya, menurut dia, adalah penentuan capres-cawapres yang harus mendapat restu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.


"Baik Ganjar atau Puan dipasangkan dengan Prabowo sulit, karena masih membutuhkan restu dari Megawati selaku Ketua Umum PDIP. Terutama Ganjar," ujar Jerry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (25/9).

Dia berpendapat, Prabowo lebih berpeluang menggaet Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto yang sekarang ini telah berada di dalam KIM.

Pasalnya, Partai Golkar sebagai partai berpengalaman, punya mesin yang cukup kuat, ditambah basis pemilih yang loyal.

"Tak bisa dipungkiri, walaupun Airlangga Hartarto tak memiliki elektabilitas yang baik, tapi pendukung Golkar tak bisa dianggap remeh," tuturnya.

Namun, pengamat politik jebolan America Global University itu meyakini segala kemungkinan masih bisa terjadi, karena masa pendaftaran capres-cawapres ke KPU RI masih sekitar 3 pekan lagi.

"Semua masih memiliki peluang yang sama, untuk menjadi pendamping Prabowo," demikian Jerry menambahkan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya