Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Masyarakat Indonesia Mulai Sadar Siapkan Tabungan untuk Masa Pensiun

SENIN, 25 SEPTEMBER 2023 | 14:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Masyarakat Indonesia menyadari bahwa mereka perlu mempersiapkan diri untuk masa tua mereka.

Hal ini terlihat dari hasil riset yang dilakukan oleh Manulife Investment Management yang menunjukkan bahwa sebanyak 55 persen masyarakat Indonesia merasa bahwa mereka akan mencapai tujuan pensiunnya.

CEO & President Director PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Afifa mengatakan itu menjadi indikasi bahwa  masyarakat Indonesia memiliki tingkat kepercayaan yang cukup tinggi untuk menyambut masa pensiun mereka, dibandingkan dengan wilayah lainnya di Asia yang disurvei seperti Hong Kong, Malaysia, dan Taiwan.


Bahkan, hasil riset itu juga menunjukkan banyak yang ingin pensiun pada usia 55 tahun, tiga tahun sebelum usia pensiun resmi.

"Hal ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa masyarakat Indonesia mulai menyisihkan dana untuk masa pensiun pada usia yang relatif lebih muda, yaitu pada usia 31 tahun," kata Afifa dalam keterangan tertulisnya.

Generasi muda sudah mulai menyisihkan uang untuk masa pensiun pada usia yang lebih dini. Gen Z pada usia 21 tahun dan Millenial pada usia 28 tahun, sedangkan generasi tua memulainya jauh lebih lambat. Gen X pada usia 36 tahun dan Baby boomer pada usia 42 tahun.

Hal ini juga menjelaskan mengapa generasi yang lebih muda memiliki keyakinan yang tinggi dalam mencapai tujuan pensiunnya, jelas Afifa.

Riset itu juga menjelaskan tujuan utama menabung dan berinvestasi di kalangan masyarakat Indonesia. Sebanyak 55 persen mengatakan untuk kondisi darurat dan untuk kemandirian finansial. Sementara 46 persen orang Indonesia mengatakan mereka menabung dan berinvestasi untuk kebutuhan anak-anaknya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya