Berita

Mantan Presiden Republik Afrika Tengah, Francois Bozize/Net

Dunia

Mantan Presiden Republik Afrika Tengah Dijatuhi Hukuman Penjara dan Kerja Paksa Seumur Hidup

SABTU, 23 SEPTEMBER 2023 | 09:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pengadilan Banding Republik Afrika Tengah pada Kamis (21/9) menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup dan kerja paksa kepada mantan presiden negara itu, Francois Bozize.

Bozize, yang menjabat pada 2003, setelah berhasil mengkudeta Presiden Ange-Felix Patasse, dinyatakan bersalah karena telah merusak keamanan internal negara dan pembunuhan.

Mengutip Anadolu Agency, Sabtu (23/9), Bozize yang kemudian juga digulingkan 10 tahun kemudian oleh pemberontak, dijatuhi hukuman in absentia bersama dua putranya dan 20 terdakwa lainnya, termasuk para pemimpin pemberontak terkemuka.


"Mereka semua juga dihukum karena merusak keamanan internal negara dan pembunuhan," bunyi putusan yang dibacakan oleh Presiden Pertama Pengadilan Banding Bangui, Joachim Pessire.

Keputusan tersebut tidak merinci jangka waktu dan kejahatan yang dilakukan oleh mantan presiden yang bersangkutan. Sejak penggulingannya pada 2013 lalu, konflik terus mencuat di Afrika Tengah,  ketika pemberontak Seleka mayoritas Muslim menggulingkan Bozize, yang memicu balasan dari milisi Kristen.

Bozize yang saat ini tinggal di pengasingan di Guinea-Bissau menjabat sebagai koordinator Koalisi Patriot untuk Perubahan (CPC), koalisi pemberontak utama yang beroperasi terutama di wilayah utara Republik Afrika Tengah dan dibentuk pada 2020.

Sejak itu, kekerasan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata terus berlanjut, termasuk serangan terhadap pasukan pemerintah yang didukung oleh tentara bayaran dari kelompok keamanan swasta Rusia, Wagner.

Menanggapi keputusan tersebut, wakil ketua partai politik Bozize Kwa NA Kwa (KNK), Bea Bertin, dan pejabat koalisi CPC, mengecam putusan tersebut, yang dianggap sebagai bagian dari manuver pemerintah untuk membungkam oposisi.

“Saya mengecam persidangan ini dan hukuman in absentia terhadap François Bozize dan penentang lainnya. Kekuasaan diktator saat ini menggunakan semua cara legal dan ilegal untuk mencoba melenyapkan semua lawannya,” kata Bertin.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya