Berita

epresentative Image/Net

Dunia

Setelah Pembunuhan Aktivis Sikh, India Imbau Warga yang Tinggal di Kanada untuk Berhati-hati

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2023 | 13:55 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah hubungan yang menegang antara New Delhi dan Toronto, pemerintah India telah mengeluarkan peringatan kepada warga negaranya yang berada di Kanada untuk berhati-hati.

Peringatan tersebut muncul setelah seorang aktivis Sikh, Hardeep Singh Nijjar, ditembak mati di Kanada pada Juni lalu, memicu ketegangan dan meluasnya aktivitas anti-India di negara itu.

“Mengingat meningkatnya aktivitas anti-India dan kebencian serta kekerasan kriminal yang dibolehkan secara politik di Kanada, kepada semua warga negara India di sana dan mereka yang berencana melakukan perjalanan didesak untuk sangat berhati-hati,” kata Kementerian Luar Negeri India dalam sebuah pernyataan pada Rabu (20/9).


Pernyataan tersebut juga menyoroti ancaman yang ditujukan secara khusus kepada diplomat India dan komunitas India yang menentang agenda anti-India.

"Pemerintah India sangat prihatin tentang meningkatnya aktivitas tersebut, dan kejahatan kebencian serta kekerasan kriminal yang mendapatkan dukungan politik di Kanada," tambah pernyataan itu.

Seperti dimuat Fox News, Kamis (21/9), akibat kasus tersebut, hubungan antara India dan Kanada berada dalam ketegangan tinggi terutama setelah Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan pada Senin bahwa badan intelijennya sedang menyelidiki tuduhan keterkaitan antara pemerintahan Perdana Menteri India Narendra Modi dengan pembunuhan aktivis tersebut.

“Keterlibatan pemerintah asing dalam pembunuhan warga negara Kanada di tanah Kanada merupakan pelanggaran kedaulatan kami yang tidak dapat diterima,” kata Trudeau, sambil  meminta kerja sama pemerintah India dalam penyelidikan kematian Nijjar.

Tuduhan itu secara tegas ditolak oleh pihak India. Hardeep Singh Nijjar sendiri merupakan seorang aktivis pendukung gerakan Khalistan, yang tewas tertembak di luar pusat kebudayaan Sikh di Surrey, British Columbia, pada 18 Juni lalu.

Gerakan pendukung Khalistan adalah gerakan yang dilarang di India karena dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional, namun kelompok itu masih mendapatkan dukungan dari sebagian komunitas Sikh di luar India, terutama di Kanada dan Inggris.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya