Berita

Para migran yang menaiki kapal feri Lampedusa menuju ke daratan Italia/Net

Dunia

Polandia Tuding Putin Mendalangi Lonjakan Imigran Ilegal di Pulau Lampedusa

RABU, 20 SEPTEMBER 2023 | 09:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia dituding telah menjadi dalang di balik lonjakan imigran ilegal yang tiba di pulau Lampedusa, Italia.
 
Tudingan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Polandia Arkadiusz Mularczyk pada Selasa (19/9).

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan Radio Polandia, Mularczyk menyatakan bahwa lonjakan imigran ilegal yang tiba di pulau Lampedusa mungkin merupakan bagian dari operasi gabungan Rusia yang dirancang untuk mengikis dukungan Uni Eropa terhadap Ukraina.


Kekhawatiran ini muncul seiring dengan laporan Kementerian Dalam Negeri Italia yang menunjukkan bahwa lebih dari 89.000 orang telah memasuki Italia secara ilegal tahun ini.

Lampedusa, yang letaknya lebih dekat ke Tunisia dibandingkan dengan daratan utama dan kira-kira berada di tengah-tengah antara Libya dan Sisilia, dilanda banyak sekali migran, dan tetap menjadi tujuan utama kedatangan para migran ini.

“Seseorang membantu orang-orang ini berjalan ratusan bahkan ribuan kilometer dari Nigeria dan negara-negara Afrika Tengah ke Laut Mediterania,” kata Mularczyk, seperti dikutip dari RT.

“Seseorang yang mempunyai kepentingan di dalamnya. Dan Rusia tidak diragukan lagi mempunyai kepentingan terhadap hal itu,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan Presiden Rusia Vladimir Putin adalah untuk “menggoyahkan situasi di Eropa Barat.”

Mularczyk berpendapat bahwa keadaan kebingungan dan kerusuhan yang disebabkan oleh imigrasi ilegal saat ini berfungsi sebagai sarana untuk mengalihkan perhatian dari krisis yang sedang berlangsung di Ukraina.

Menurutnya, Putin diyakini mempunyai pengaruh “di belakang layar” dalam menyelundupkan individu ke UE, yang seringkali difasilitasi oleh kelompok kriminal.

“Dan hal ini berhasil karena saat ini, perang di Ukraina mulai memudar, dan seluruh UE sedang membicarakan apa yang terjadi di Lampedusa,” kata diplomat tersebut.

Klaim mengenai dugaan keterlibatan Rusia dalam memfasilitasi imigrasi ilegal ke Eropa telah beredar selama bertahun-tahun.

Pada bulan November 2021, masalah ini menjadi terkenal ketika negara-negara anggota UE tertentu, termasuk Polandia, menuduh sekutu Rusia, Belarusia – dan, lebih jauh lagi, Rusia – mengeksploitasi migran yang mencari suaka di UE untuk tujuan politik.

Pada saat itu, Putin menanggapi dengan menyatakan bahwa “mata rantai utama” jaringan penyelundupan migran terletak di dalam UE.

Dia berpendapat bahwa para pejabat Eropa berusaha menyalahkan Rusia atas kelemahan kebijakan mereka sendiri. Menurutnya, akar penyebab masuknya migran adalah intervensi militer Barat di luar negeri dan manfaat kesejahteraan menarik yang ditawarkan negara-negara UE kepada para pencari suaka.

“Atasi masalah internal Anda dan jangan memikirkan masalah orang lain,” saran Putin saat itu.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya