Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Firli Bahuri dan pendiri Kantor Berita RMOL, Teguh Santosa saat menghadiri acara syukuran di Kopi Timur, Pondok Kelapa, Jakarta Timur/RMOL

Politik

Ketua KPK: Perdamaian Didorong Kepentingan dan Keinginan untuk Nyaman

SELASA, 19 SEPTEMBER 2023 | 07:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Judul buku kumpulan wawancara dengan sejumlah duta besar negara sahabat yang ditulis wartawan senior Teguh Santosa bagi sementara kalangan terasa tidak biasa: "Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik".

Terasa tidak biasa karena seakan mengajak orang untuk melupakan dan bahkan meninggalkan perdamaian yang tidak sempurna, sementara di sisi lain menganjurkan jalan perang yang bisa dimenangkan secara total.

Teguh Santosa yang juga pendiri Kantor Berita Politik RMOL mengatakan, dari wawancara yang dilakukannya dengan sejumlah duta besar negara sahabat itu tergambarkan berbagai problematika dunia saat ini.


"Peta problematikanya cukup komprehensif. Dubes yang diwawancarai mewakili semua kontinen yang ada, Asia, Afrika, Amerika, Amerika Latin, Karibia, Eropa Barat, Eropa Timur, juga Australia. Masing-masing dubes memaparkan posisi negaranya dalam sejumlah isu penting," ujar Teguh dalam silaturahim yang diselenggarakan di Kopi Timur di Jalan Pondok Kelapa Raya, Jakarta Timur, Senin petang (18/9).

Silaturahim dihadiri jajaran manajemen dan redaksi Kantor Berita Politik RMOL, serta sejumlah Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Firli Bahuri yang merupakan salah seorang sahabat Teguh Santosa juga tampak hadir dalam kegiatan syukuran untuk penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) atas buku itu dan satu buku lagi yang berjudul "Buldozer dari Palestina".

Melihat berbagai problematika ini, sambung Teguh, pilihan yang dihadapi adalah menerima perdamaian walau terasa buruk, atau merancang perang yang sempurna, yang dirasa dapat dimenangkan, namun sesungguhnya utopia.

"Tidak ada yang benar-benar menang dalam perang. Kalaupun merasa menang, ia jadi arang. Kalau kalah, ia jadi abu," ujar Teguh yang juga dosen hubungan luar negeri di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Frase "perdamaian yang buruk, perang yang baik" itu, tambah Teguh, dikutipnya dalam pernyataan Dubes Rusia Lyudmila Vorobieva.

"Silakan dibaca lengkap," kata Teguh lagi.

Sementara Ketua KPK RI Firli Bahuri ketika memberikan sambutan mengatakan dirinya setuju bahwa tidak ada perdamaian yang sempurna. Sejatinya, karena memang tidak ada yang sempurna di muka bumi dan dalam kehidupan ini.

Begitu juga dengan teman dan musuh. Tidak ada yang abadi.

Perdamaian diutamakan karena setiap manusia, setiap negara, memiliki kepentingan, dan berusaha keras agar kepentingannya itu dapat terwujud.

"Tidak ada kemenangan yang mutlak dan sebaliknya tidak ada kekalahan yang mutlak. Yang ada adalah keinginan untuk mencapai kenyamanan yang mutlak. Yang merasa menang akan mencari yang kalah, dan yang merasa kalah pun akan mencari yang menang," ujar purnawirawan Polri berbintang tiga itu.

Firli juga mengatakan, setelah menerima kedua buku dari tangan sang penulis, barulah ia mau memberikan apresiasi.

"Karena saya biasa untuk tidak mendasarkan penilaian pada apa yang saya dengar, tetapi pada apa yang saya lihat dan saksikan sendiri," ujarnya sambil sekali lagi mengucapkan selamat dan mendorong Teguh agar terus berkarya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

IPW Dinilai Tidak Netral soal Evaluasi Pelaku Tambang Nikel

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:47

Megawati Kirim Bunga Buat HUT Gerindra sebagai Tanda Persahabatan

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:33

Tiga Petinggi PN Depok dan Dua Pimpinan PT Karabha Digdaya Resmi jadi Tersangka

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:13

Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:37

Gerindra Sebar Bibit Pohon Simbol Keberlanjutan Perjuangan

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:25

Gus Yusuf Kembali ke Dunia Pesantren Usai Mundur dari PKB

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:15

Bahlil Siap Direshuffle Prabowo Asal Ada Syaratnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:12

Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:05

PDIP Tak Masalah PAN dan PKB Dukung Prabowo Dua Periode

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:53

KPK Dikabarkan Sudah Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:29

Selengkapnya