Berita

Presiden Joko Widodo saat meninjau beras Bulog/Net

Suluh

Hati-hati Salah Guna Impor Beras

SENIN, 18 SEPTEMBER 2023 | 23:54 WIB | OLEH: WIDIAN VEBRIYANTO

KETAHANAN pangan menjadi isu menarik jelang kuartal terakhir 2023. Pemicunya adalah harga beras yang mulai merangkak naik. Per 17 September 2023, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat rata-rata harga beras premium berada di angka Rp 15.180 per kg atau naik 11,54 persen dibandingkan pekan pertama Agustus 2023.

Sementara beras medium dihargai Rp 12.700 per kg, naik 5,93 persen sejak pekan pertama Agustus 2023. Adapun, acuan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang diatur untuk beras premium, sebesar Rp 13.900 per kg hingga Rp 14.800 per kg tergantung wilayah. Sedangkan HET beras medium Rp 10.900 hingga Rp 11.800 per kg.

Kenaikan ini cukup signifikan karena harga beli masyarakat tengah menurun. Penurunan daya beli dapat dilihat dari maraknya media sosial menampilkan video para pedagang kaki lima yang sepi pengunjung, atau toko-toko di Tanahabang yang mulai tutup. Pada Juli 2023, Bank Indonesia juga merilis hasil survei Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Hasilnya, nilai acuan konsumsi masyarakat turun dari 127,1 pada Juni 2023 menjadi 123,5 pada bulan Juli.


Salah satu penyebab harga naik adalah fenomena el nino yang mengakibatkan cuaca panas ekstrem di beberapa negara, termasuk Indonesia. Dampaknya, sawah-sawah menjadi kekeringan sehingga kesulitan mendapatkan air untuk menanam padi.

Dengan dalih tersebut, maka pemerintah perlu memastikan pasokan beras tetap aman demi menjaga ketahanan pangan. Salah satunya dengan melakukan impor beras.

Cukup, Tapi Tetap Impor Beras

Pada Senin (11/9), Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan ke Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Tujuannya, untuk memastikan ketersediaan stok cadangan beras pemerintah (CBP). Dalam kunjungan itu, Jokowi mendapat laporan bahwa stok beras di gudang Bulog tanah air lebih dari cukup.

Berdasarkan pemberitaan di laman Sekretariat Kabinet (Setkab), tercatat ada sebanyak 1,6 juta ton stok beras di gudang Bulog. Angka ini, kata Jokowi, lebih dari cukup. Sebab biasanya cadangan beras hanya 1,2 juta ton dan itu sudah normal.

Menariknya, meski sudah lebih dari cukup, Jokowi turut menyebut bahwa ada 400 ribu ton lagi yang sedang berada dalam perjalanan. Angka ini memang sesuai dengan dengan penugasan yang diberikan kepada Perum Bulog, yaitu harus mengamankan 2 juta ton beras impor di tahun 2023.

“Ada sudah yang di dalam gudang 1,6 juta (ton), dalam perjalanan 400 ribu ton sehingga akan ada stok 2 juta (ton). Biasanya stok kita itu hanya 1,2 juta [ton], normal. Ini kita memiliki 2 juta (ton), sehingga kita tidak usah khawatir,” kata Presiden Jokowi.

Senada itu, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso juga memastikan bahwa sisa penugasan impor beras sebanyak 400 ribu ton sudah selesai. Barangnya, kini tinggal menunggu kedatangan. Beras yang asal negaranya masih dirahasiakan itu diprediksi akan sampai pada November 2023 dan menjadi penutup impor beras tahun ini.

“Impor sudah selesai. (Asal negaranya) rahasia, yang penting sudah selesai. Berarti kita tidak impor lagi,” kata Dirut Bulog Budi Waseso di Gudang Bulog DKI Jakarta dan Banten di Kelapa Gading, Jakarta, Senin (11/9).

Impor Beras di Tahun Politik

Kebijakan impor yang dilakukan di tahun politik memang mengundang tanda tanya besar. Tidak hanya publik, bahkan hal yang sama turut dirasakan oleh Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika.

“Saya juga bingung kenapa setiap tahun politik selalu impor, apakah ini sudah ada rumus, desain?" kata Yeka di kantor Ombudsman RI Jakarta, pada Senin (18/9).

Meski bingung, Yeka tidak mau berspekulasi lebih. Mungkin karena Ombudsman harus berbicara berdasarkan data yang valid. Sehingga ketika ditanya apakah ada “permainan” di dalam impor beras tersebut, Yeka, belum berani memastikan.

Impor pangan memang rawan menjadi jurus instan menghasilkan uang bagi sebagian oknum, apalagi jelang pemilu yang memerlukan dana tidak sedikit. Terbilang ampuh lantaran oknum bisa saja menitip harga untuk setiap barang yang diimpor.

Misalkan saja jika ada impor sebesar 400 ribu ton beras. Andai ada pejabat yang nakal dan menitipkan harga seribu perak saja untuk setiap kilogram beras yang diimpor, maka akan ada dana terkumpul sebanyak Rp 400 miliar. Dari mana lagi dana sebesar itu bisa didapat dalam waktu singkat?

Namun demikian, kita tetap harus positif thinking. Bahwa sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo, impor beras dilakukan demi memastikan Indonesia memiliki stok cadangan strategis. Karena produksi sedang menurun akibat el nino, sehingga impor bisa menjadi alternatif agar tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan.

“Ini untuk memastikan bahwa kita memiliki cadangan strategis stok, harus, itu harus untuk menjaga agar tidak terjadi kenaikan. Karena memang produksi pasti turun, karena El Nino, meskipun juga saya lihat angkanya juga tidak banyak,” demikian Presiden Joko Widodo.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya