Berita

Bacapres PDIP Ganjar Pranowo/Ist

Politik

Soal Pemilu Satu Putaran, Ganjar: Ya Kalau Kamu Mau Bantu Menang Mutlak

MINGGU, 17 SEPTEMBER 2023 | 13:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemilu 2024 diisukan bakal didesain satu putaran dan calon presiden yang akan bertarung hanya dua pasangan.

Menanggapi hal itu, bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengatakan bahwa pemilu bisa saja dilaksanakan satu putaran jika masyarakat mampu memenangkannya.

"Ya kalau kamu bantu dan menang mutlak satu putaran," kata Ganjar dalam acara Forum Alumni Perguruan Tinggi disambut riuh tepuk tangan peserta, Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Minggu (17/9).


Ganjar turut menyampaikan ihwal data masyarakat yang memiliki banyak masalah. Ganjar meminta masyarakat memiliki kesadaran tinggi untuk ikut membenahi regulasi yang dibuat pemerintah.

"Saya gemes dengan satu data enggak beres-beres ini. Satu datanya saja. Saya kira KTP kita bisa kok. Mendata semua problem yang kita miliki, biar ibu-ibu bapak-bapak yang di belakang tadi tidak membeli gas melon," kata Ganjar.

"Iya dong, kan kita musti kesadaran kan tadi mau bareng-bareng kalau enggak, enggak jadi nanti teriak-teriak saja, sikat koruptor pak habisi mereka pak, kita sendiri? iya dong," imbuhnya.

Untuk memberantas budaya korupsi, Ganjar meminta seluruh elemen masyarakat menghindari perilaku yang tidak baik.

"Kita mau enggak melawan itu, mau enggak, enggak terima gratifikasi? Mau enggak, enggak nyogok? Ini bapak ibu komitmen. Kalau itu tidak terjadi di kita udah deh kita ketinggalan terus," kata Ganjar.

"Itu saya dorong satu data Indonesia yang hari ini belum selesai. Ya saya kemarin ngobrol wah masih terjadi ego sektoral, injek saja. Sektor ini sama sektor ini ga mau udah, teken saja tunjuk ini kamu perintah dari top leader mesti selesai besok," tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya