Berita

Kondisi Kota Derna, Libya yang hancur akibat banjir bandang/Net

Global

Libya Mulai Selidiki Runtuhnya Bendungan Derna yang Picu Banjir Mematikan

MINGGU, 17 SEPTEMBER 2023 | 10:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pihak berwenang Libya telah membuka penyelidikan resmi atas runtuhnya dua bendungan yang memicu banjir dahsyat, dan merenggut lebih dari 11.000 nyawa di negara itu.

Penyelidikan ini dimulai hampir seminggu setelah kejadian tragis itu terjadi yang telah mengejutkan seluruh dunia.

Meskipun Libya telah terjerumus ke dalam kekacauan politik dan sosial selama satu dekade terakhir,sejak pemberontakan yang didukung NATO untuk menggulingkan Moammar Gadhafi pada 2011 lalu, namun langkah-langkah terbaru akan tetap diambil otoritas Libya untuk mencari keadilan.


Jaksa Agung Libya, al-Sediq al-Sour, dengan tegas menyatakan bahwa penyelidikan akan mencakup penyebab runtuhnya dua bendungan yang dibangun pada 1970-an, serta alokasi dana untuk pemeliharaannya.

Al-Sour juga mengklaim bahwa penyelidikan ini akan melibatkan pemerintah sebelumnya dan otoritas lokal di kota tersebut.

"Saya meyakinkan warga bahwa siapa pun yang melakukan kesalahan atau kelalaian, jaksa pasti akan mengambil tindakan tegas, mengajukan kasus pidana terhadapnya, dan mengirimnya ke pengadilan," ujar al-Sour dalam konferensi pers di Derna, dikutip dari Ocregister, Minggu (17/9).

Dalam perkembangan lain, sebuah stasiun televisi lokal melaporkan bahwa Wali Kota Derna, Abdel-Moneim al-Gaithi, kini telah diberhentikan dari jabatannya sementara menunggu hasil penyelidikan. Keputusan ini diumumkan oleh pemerintah pada 14 September lalu, dan seorang pejabat pemerintah lokal, Ahmed Amdour, telah ditunjuk sebagai penjabat walikota.

Namun, meskipun langkah ini menunjukkan momen yang jarang terjadi, penyelidikan ini kemungkinan akan dihadapkan pada hambatan besar akibat perpecahan politik antara pemerintah Timur dan Barat Libya yang  terpecah.

Penyelidikan itu disebut akan mencakup penyelidikan kepada jajaran kepemimpinan tertinggi di dua wilayah itu, sehingga diprediksi akan mengalami tantangan serius bagi otoritas kehakiman Libya.

Pakar Libya di Royal United Services Institute for Defense and Security Studies, Jalel Harchaoui, yang berbasis di London, mengatakan bahwa penyelidikan dapat menimbulkan tantangan unik bagi otoritas kehakiman, karena hal ini dapat mengarah pada jajaran kepemimpinan tertinggi di wilayah timur dan Libya barat.

Sementara sejauh ini, menurut catatan Bulan Sabit Merah Libya, lebih dari 10.000 orang masih hilang, dan 11.300 lainnya dipastikan meninggal dunia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya