Berita

Menara kedua World Trade Center terbakar setelah ditabrak pesawat yang dibajak di New York pada 11 September 2001/Net

Dunia

Tragedi 9/11, Aksi Teror Tiga Jam yang Mengubah Segalanya

SELASA, 12 SEPTEMBER 2023 | 12:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Bagi warga Amerika Serikat dan seluruh dunia, 11 September 2001 adalah hari yang tidak akan pernah terlupakan.

Dalam waktu tiga jam, gedung-gedung tertinggi di New York hancur menjadi puing-puing, dan pusat angkatan bersenjata AS Pentagon terbakar dan sebagian runtuh.

Ribuan warga sipil telah kehilangan nyawa dan terluka parah. Seluruh negara terkejut dan masih mencoba memahami bagaimana aksi terorisme terkoordinasi sebesar itu bisa terjadi di wilayah Amerika.


Dalam 22 tahun sejak 9/11, peristiwa yang terjadi pagi itu telah dianalisis secara mendalam dari ribuan sudut berbeda.

Secara umum, peristiwa 9/11 dapat digambarkan sebagai aksi teroris melalui pembajakan terkoordinasi pada empat pesawat komersial AS.

Keempat pesawat itu kemudian digunakan untuk menabrak sasaran-sasaran penting di New York City dan Washington, DC.

Pada dini hari tanggal 11 September 2001, 19 teroris berhasil melewati keamanan di bandara di Boston, Newark, dan Washington, DC.

Pukul 07.59 waktu setempat, American Airlines penerbangan 11, dengan pesawat Boeing 767 yang membawa 81 penumpang dan 11 awak, berangkat dari Bandara Internasional Logan di Boston, menuju Bandara Internasional Los Angeles.

Pesawat itu merupakan yang pertama dibajak oleh lima teroris di Massachusetts tengah pukul 08.14.

Di lain tempat di waktu yang sama, United Airlines Penerbangan 175, dengan Boeing 767, membawa 56 penumpang dan 9 awak, berangkat dari Bandara Internasional Logan di Boston, menuju Bandara Internasional Los Angeles.

Kemudian, pukul 08:20, American Airlines Penerbangan 77, dengan pesawat Boeing 757, membawa 58 penumpang dan 6 awak, berangkat dari Bandara Internasional Washington Dulles, menuju Bandara Internasional Los Angeles.

Target pesawat terakhir yakni United Airlines Penerbangan 93 dengan Boeing 757, membawa 37 penumpang dan 7 awak terbang dari Bandara Internasional Newark, menuju Bandara Internasional San Francisco pada 08.42.

Pukul 08.42, pesawat kedua yakni United Airlines Penerbangan 175 dibajak di atas barat laut New Jersey. Ada lima pembajak di dalamnya.

Pesawat yang pertama dibajak telah ditabrakkan di sisi utara Menara Utara (1 WTC) World Trade Center, antara lantai 93 dan 99 pada pukul 08.46. Seluruh penumpang yang berjumlah 92 orang tewas.

Tak lama dari serangan pertama, pesawat American Airlines penerbangan 77 dibajak di atas Ohio selatan oleh lima teroris pada 08.50.

Pesawat kedua yang telah dibajak, dijatuhkan di sisi selatan Menara Selatan (2 WTC) World Trade Center, antara lantai 77 dan 85 pukul 09.03. Seluruh penumpang yang berjumlah 65 orang tewas.

Pukul 09.28 di lain tempat, United Airlines Penerbangan 93 dibajak di atas utara Ohio, dengan empat pembajak di dalamnya.

Tak lama kemudian, pukul 09.37, pesawat ketiga yang dibajak jatuh di sisi barat Pentagon, semua penumpang tewas.

Wilayah udara Amerika Serikat ditutup pukul 09.45. Semua pesawat yang beroperasi diperintahkan untuk mendarat di bandara terdekat.

Menara Selatan World Trade Center runtuh, 56 menit setelah jatuhnya Penerbangan 175 pada pukul 09.59.

Pesawat terakhir yang dibajak dijatuhkan teroris di sebuah lapangan di Somerset County, Pennsylvania pada 10.03. Seluruh penumpang yang berjumlah 44 orang tewas dalam kecelakaan itu.

Sekitar  1 jam 42 menit setelah dijatuhi pesawat pertama, Menara Utara World Trade Center runtuh dan Hotel Marriott di dasar kedua menara juga hancur pada pukul 10.28.

Sementara itu di Pentagon, lima lantai di sisi barat gedung itu runtuh akibat kebakaran pukul 10.50.  

Kini setelah 22 tahun,  Pentagon telah kembali gagah setelah  diperbaiki dan World Trade Center setinggi 94 lantai telah kembali berkilau dan menonjol di cakrawala Lower Manhattan. Namun bagaimanapun,  luka yang ditorehkan 9/11 masih tetap ada dan bertahan. 

Banyak penyintas 9/11 yang hidup dengan masalah kesehatan yang diyakini terkait dengan asap beracun dari serangan tersebut dan runtuhnya bangunan.

Banyak orang lain yang hidup tanpa kehadiran hampir 3.000 orang tercinta mereka yang tewas dalam serangan tersebut.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya