Berita

Bentrokan antara warga dan aparat di Pulau Rempang/Net

Politik

Berpihak ke Investor, Jokowi Didesak Kaji Ulang Proyek Rempang Eco-City

MINGGU, 10 SEPTEMBER 2023 | 11:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Serikat Petani Jawa Barat (SPJB) mengecam penggusuran paksa terhadap kelompok masyarakat adat Kampung Melayu Tua, Pulau Rempang, Batam.

Presiden SPJB, Jurmalis, mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang terlalu berpihak kepada kepentingan investor ketimbang rakyat sendiri.

Untuk itu mereka mendesak Jokowi mengkaji ulang program strategis nasional (PSN) yang secara nyata telah memicu gejolak sosial.


"Kapolri agar segera membebaskan seluruh warga negara yang menjadi korban tindak kriminalisasi dalam memperjuangkan hak atas tanahnya," kata Jurmalis, lewat keterangan tertulisnya, Minggu (10/9).

SPJB lantas meminta kementerian ATR membatalkan pemberian hak kepada investor yang menimbulkan penindasan dan kesengsaraan bagi warga setempat.

Mereka juga berharap Menkopolhukam, Mahfud MD, bertindak kesatria, tidak pilih-pilih dalam menanggapi kasus kasus pelanggaran HAM yang dihadapi warga negara.

"Menyerukan segenap elemen warga negara Republik Indonesia untuk bersatu padu, memperkuat solidaritas bangsa menghadapi perilaku para investor diktator yang semakin agresif menggunakan perangkat kebijakan dan pemerintahan untuk memuluskan rencana-rencana investasi jahatnya," pungkasnya.

Seperti ramai diberitakan, warga mendapat perlakukan represif aparat gabungan Polri dan Korps Angkatan Laut dalam insiden penolakan relokasi di Pulau Rempang, Batam, Kamis (7/9). Akibat bentrokan itu, sejumlah siswa SD dilarikan ke Posko medis, karena terkena gas air mata.

Warga menolak relokasi dan penggusuran terhadap kelompok masyarakat adat Kampung Melayu Tua di Pulau Rempang. Program Strategis Nasional Kawasan Rempang Eco-City seolah telah menggusur mereka yang sudah menempati tanah adat Melayu Tua itu sejak 1834 silam.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya