Berita

Aksi protes warga Israel terhadap UU kontroversial yang merombak sistem peradilan di Tel Aviv pada Sabtu, 9 September 2023/Net

Dunia

Jelang Keputusan MA Soal UU Kontroversial, Puluhan Ribu Warga Israel Turun ke Jalan

MINGGU, 10 SEPTEMBER 2023 | 09:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Puluhan ribu warga Israel melakukan protes di kota-kota di seluruh negeri pada Sabtu (9/9), menjelang keputusan penting Mahkamah Agung mengenai UU kontroversial.

Awal tahun ini, koalisi sayap kanan pimpinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengajukan rencana untuk mencabut sebagian besar kekuasaan pengadilan melalui paket UU, namun karena tekanan publik yang besar, mereka hanya meloloskan satu bagian dari rencana tersebut.

Para pendukungnya mengatakan rencana perombakan sistem peradilan ini akan mengembalikan keseimbangan pada cabang-cabang kekuasaan, namun para pengkritiknya mengatakan rencana ini menghilangkan pengawasan penting terhadap kekuasaan pemerintah.


UU terbaru, yang merupakan amandemen terhadap salah satu undang-undang dasar Israel, menghilangkan kewenangan pengadilan untuk membatalkan keputusan atau penunjukan pemerintah atas dasar keputusan yang tidak masuk akal.

“Saya berdemonstrasi untuk demokrasi Israel,” kata pengunjuk rasa Nattie Schwartz-Kershberg di Tel Aviv, seperti dimuat Reuters.

“Saya ingin memastikan bahwa Israel akan tetap menganut sistem demokrasi dan bukan kediktatoran," tambahnya.

Rencana perombakan tersebut telah memicu protes nasional mingguan, namun demonstrasi terbaru ini memiliki arti penting ketika terjadi di hadapan Mahkamah Agung.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Israel, Mahkamah Agung mengumpulkan seluruh 15 hakim pada 12 September untuk mendengarkan banding terhadap amandemen tersebut.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya