Berita

Pasukan khusus dari 4 negara merebut Bandar Banyuwangi/Ist

Pertahanan

Pasukan Khusus 4 Negara Berhasil Ambil Alih Bandara Banyuwangi dari Musuh

SABTU, 09 SEPTEMBER 2023 | 14:55 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Personel militer gabungan empat negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat (United States Special Force), Australia (Special Air Service Regiment, dan Jepang (Special Forces Group) melumpuhkan kawanan musuh di di Bandara Udara Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (9/9).

Sejak dini hari para pasukan khusus ini diterjunkan menggunakan pesawat milik TNI AU, C-130 Hercules dan pesawat milik AU Amerika Serikat, C-130J Super Hercules.

Para prajurit tersebut terdiri dari 6 orang Detaesemen Khusus 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus), 4 orang Denmatra 2 Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), 4 orang SASR Australia, 4 dari Jepang, 11 dari Special Force Amerika dari Grup 1.


Setibanya usai mengudara, para prajurit tersebut langsung terpencar terbagi dalam beberapa kelompok.

Namun, tujuan utamanya satu, yakni mengambil alih menara Air Traffic Controller (ATC) yang sudah dikuasai musuh. Para pasukan pun berjalan perlahan mendekat ke arah menara dengan tenang.

Tak berselang lama, aksi tembak-menembak jarak dekat terjadi, para prajurit berhasil menembak kawanan musuh yang berjaga di halaman depan menara ATC.

Usai memastikan musuh tak berdaya, para pasukan yang tergabung dalam latihan puncak Super Garuda Shield 2023 menyelinap masuk secara cepat ke lantai atas dan berhasil melumpuhkan musuh, misi perebutan objek vital bandara pun berhasil.

Tak lupa, para pasukan khusus juga melakukan operasi Hi-rain/Ci-rain untuk menguasai landasan pacu. Operasi ini dikenal dengan nama Austere Airfield Operation.

Setelah semua steril, pasukan khusus menginformasikan kepada markas untuk mengirimkan pasukan lain dari radio di atas menara.

Tak lama kemudian, pesawat C-130 Hercules membawa roket peluncur Caesar milik TNI AD, lalu C-130J Super Hercules membawa roket peluncur HI-Mars milik AS.

“Titik-titik (rawannya) banyak, di ujung-ujung landasan itu critical, dan paling critical adalah tower. Jadi harus kita rebut supaya bisa mengoperasikan,” kata Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama (Marsma) TNI Wastum yang mewakili Panglima Komando Operasi Udara II di lokasi, Sabtu (9/9).

Bila dihitung secara total, operasi perebutan kembali bandara dari musuh berlangsung kurang lebih 50 menit.

"50 menit kami gunakan itu adalah batasan untuk kami menguasai bandara, bahasa sananya kami sendiri adalah untuk melaksanakan pengoperasian bandara, kami rebut," jelas dia.

Terakhir, Wastum menyebut latihan gabungan ini bisa menjadi ajang sharing dalam menjalankan operasi pembebasan kawasan lintas negara.

"Saya pikir itu cukup bagus untuk kita semua, sehingga bisa meningkatkan kapabilitas kita dalam pertempuran," jelasnya lagi.

"Kita sharing dengan rekan-rekan dalam satu kawasan, kita tahu dalam kemampuan kita, karena kalau kita lihat kemampuan kita sendiri kadang-kadang kita tidak tahu, bagai katak dalam tempurung," tandas Wastum.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya