Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Putin Tetap Tutup Pintu bagi Kebangkitan Kesepakatan Biji-bijian, kecuali Barat Tunaikan Janji

SELASA, 05 SEPTEMBER 2023 | 11:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Presiden Rusia Vladimir Putin tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengalah atas penarikan Rusia dari kesepakatan gandum. Ia bahkan menuduh Barat mengingkari janjinya.

Berdiri di samping Presiden Recep Tayyip Erdogan pada konferensi pers bersama setelah pembicaraan, Putin menyatakan kembali posisi Rusia bahwa mereka dapat kembali ke perjanjian tersebut, tetapi hanya jika Barat berhenti menghalangi ekspor pertanian Rusia.

“Barat terus memblokir pasokan biji-bijian dan pupuk dari Federasi Rusia ke pasar dunia,” kata Putin, sambil menambahkan Barat telah “menipu” Rusia atas kesepakatan yang awalnya ditengahi oleh Turki dan Rusia dan PBB.


Putin menegaskan kekecewaannya karena ternyata negara-negara kaya mendapat lebih dari 70 persen gandum yang diekspor berdasarkan kesepakatan tersebut.

Putin mengatakan, ketika komitmen yang sebelumnya dibuat kepada Rusia dilaksanakan sepenuhnya, "Kremlin akan siap untuk menghidupkan kembali kesepakatan tersebut”, katanya.

Salah satu tuntutan utama Moskow adalah agar Bank Pertanian Rusia terhubung kembali ke sistem pembayaran internasional SWIFT. Uni Eropa menghentikan program ini pada bulan Juni tahun lalu sebagai bagian dari respons sanksi mereka terhadap invasi Moskow ke Ukraina.

Erdogan meminta Ukraina agar melunakkan posisi negosiasinya dalam pembicaraan mengenai menghidupkan kembali perjanjian tersebut dan mengekspor lebih banyak biji-bijian ke Afrika daripada ke Eropa.

“Ukraina perlu melunakkan pendekatannya agar langkah bersama dengan Rusia bisa dilakukan,” kata Erdogan kepada wartawan, seperti dikutip dari TASS.

Putin dan Erdogan mengadakan pembicaraan di kota resor Sochi di Laut Hitam Rusia pada Senin (4/9). Para pemimpin Rusia dan Turki membahas situasi mengenai kesepakatan gandum, kerja sama bilateral, termasuk di bidang energi.

Rusia mengirimkan 56 juta ton produk biji-bijian berdasarkan kesepakatan biji-bijian Laut Hitam, menghasilkan pendapatan sebesar 41 miliar dolar AS dalam prosesnya, menurut klaim para pejabat Barat.

Namun tanggapan Moskow adalah dengan terus membatasi pembayaran, logistik dan asuransi sehingga melemahkan rencana pengiriman, janji negara-negara Barat tidak terpenuhi.  

Dalam pertemuan itu juga dibahas bahwa Rusia akan mengirimkan satu juta ton biji-bijian dengan harga diskon untuk diproses di Turki, di mana biji-bijian tersebut akan dikirim ke negara-negara termiskin secara gratis.

Pertemuan Erdogan dan Putin berlangsung selama tiga jam. Selain kesepakatan biji-bijian, keduanya juga membahas pendirian pusat gas serta serangan balasan Ukraina. telah dikirim ke Turki dan mencatat bahwa serangan balasan Ukraina gagal, tetapi tentu belum berhenti.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya