Berita

AS Anthony Fauci/Net

Global

Kata Anthony Fauci Soal Munculnya Varian Covid Baru dan Mandat Masker

SABTU, 02 SEPTEMBER 2023 | 12:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan sejumlah pihak untuk mengembalikan mandat masker menyusul munculnya dua varian virus baru Covid-19 telah mendapat tanggapan dari pakar imunologi AS Anthony Fauci.

Berbicara kepada BBC, mantan kepala penasihat medis presiden mengatakan bahwa publik tidak perlu terlalu khawatir dan menekankan bahwa sebagian besar penduduk saat ini memiliki kekebalan yang cukup terhadap penyakit ini.

Fauci berpendapat bahwa lonjakan besar rawat inap akibat infeksi Covid-19 yang terjadi beberapa kali selama pandemi, seiring munculnya varian baru di populasi tidak mungkin terjadi lagi.


Meskipun mengatakan bahwa mereka yang memiliki kekebalan
sangat mungkin tertular virus baru yang sedang beredar, ia meyakini 96 persen atau lebih dari populasi memiliki tingkat kekebalan tertentu, baik melalui infeksi sebelumnya atau melalui vaksin, atau keduanya dengan atau tanpa booster.

“Jadi jika kita mengalami lonjakan infeksi saat ini, kita pasti akan melihat adanya infeksi, kita akan melihat orang-orang yang kemungkinan akan mengalami sakit ringan hingga sedang, kita akan melihat beberapa orang, sebagian besar adalah kelompok rentan yang mungkin memerlukan rawat inap, dan bahkan beberapa kematian," kata Fauci, seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (2/9).

"Tetapi saya sangat ragu, apakah Anda akan melihat rumah sakit dan lonjakan kematian seperti yang kita lihat di masa lalu, bahkan jika kita mengalami lonjakan infeksi," ujarnya.

Pernyataannya muncul ketika beberapa institusi swasta, operator rumah sakit, dan perguruan tinggi di AS telah memberlakukan kembali persyaratan bagi staf atau pengunjung untuk memakai masker saat berada di lokasi mereka untuk membatasi penyebaran varian baru, EG.5 dan BA.2.86 yang memicu spekulasi bahwa pembatasan baru terkait Covid mungkin akan segera terjadi.

Seorang juru bicara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan kepada Newsweek, bahwa pihaknya saat ini tidak memiliki niat untuk menyerukan kembalinya mandat penggunaan masker, tetapi tidak menyangkal bahwa hal ini mungkin berubah jika kasus varian baru meningkat secara signifikan.

“CDC tidak mengeluarkan mandat, kami membuat rekomendasi, dan rekomendasi tersebut didasarkan pada keadaan saat ini,” kata juru bicara tersebut.  

“Kami akan terus memantau dan menyesuaikan rekomendasi kami," ujarnya.

Dalam sepekan hingga tanggal 19 Agustus, terdapat lebih dari 15.000 pasien rawat inap akibat infeksi Covid-19 di seluruh AS, meningkat hampir 19 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Penerimaan pasien terus meningkat sejak bulan Juli, namun masih jauh di bawah puncak tertinggi pandemi dan tampaknya hanya terpusat di titik-titik rawan saja.

Jumlah rawat inap tertinggi akibat Covid-19 dalam satu minggu sejak virus pertama kali muncul adalah lebih dari 150.000 pada Januari 2022, dan total mingguan tertinggi tahun ini adalah lebih dari 44.000 pada minggu pertama bulan Januari.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya