Berita

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi/Net

Dunia

Menlu Retno Dorong Transparansi dan Monitoring Pembuangan Air Limbah Nuklir Fukushima

KAMIS, 31 AGUSTUS 2023 | 14:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia akan bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terkait pelepasan air limbah terkontaminasi dari PLTN Fukushima Daiichi yang dibuang Jepang ke laut.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan terdapat dua kunci dalam persoalan pelepasan air limbah Fukushima, yaitu transparansi dan monitoring.

"Satu adalah mengenai masalah transparansi dan prosesnya. Yang kedua dari sisi monitoringnya. Semuanya itu memang harus dilakukan bersamaan dengan IAEA," kata Retno kepada wartawan di kompleks DPR RI, Jakarta pada Kamis (31/8).


Pada Rabu (30/8), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menyebut air limbah terkontaminasi yang dibuang dari PLTN Fukushima tidak berdampak negatif bagi manusia maupun lingkungan.

Dalam laporan resmi Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi pada 4 Juli 2023, pelepasan air limbah PLTN Fukushima dinyatakan tidak memiliki dampak radiologis bagi manusia dan lingkungan.

Pihak Jepang telah menetapkan batas konsentrasi tritium dalam air limbah yang dilepaskan sebesar 1.500 Bq/L atau 1/7 dari standar yang ditetapkan WHO untuk air minum (10.000 Bq/L).

Berdasarkan hasil sampling yang dilakukan rutin oleh pihak pengelola PLTN Fukushima Daiichi, diperoleh nilai konsentrasi tritium dalam air limbah di bawah nilai batas yang telah ditetapkan di atas.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya