Berita

Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka/Net

Dunia

Fiji: Pasifik Harus Jadi Zona Perdamaian, Bukan Zona Konflik AS vs China

JUMAT, 25 AGUSTUS 2023 | 08:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kepulauan Pasifik harus menjadi zona perdamaian, alih-alih zona konflik kekuatan besar, seperti Amerika Serikat dan China.

Begitu yang disampaikan oleh Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka setelah menghadiri pertemuan puncak dengan pemimpi Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan New Caledonia di Vanuatu pada Kamis (24/8).

Para pemimpin Melanesia Spearhead Group belum mengumumkan secara terbuka deklarasi bersama mengenai keamanan regional yang ditandatangani pada pertemuan puncak tersebut, namun Rabuka mengatakan diskusi terfokus pada persaingan antara AS dan China di kawasan tersebut.


“Mereka mencoba untuk mempolarisasi Pasifik menjadi kelompok mereka sendiri, jadi kita harus sangat yakin bahwa apa pun yang kita lakukan, kita menyadari kebutuhan kolektif Pasifik untuk menjadi zona damai, zona wilayah non-blok, dan zona damai," kata Rabuka, seperti dimuat Reuters pada Jumat (25/8),

“Mudah-mudahan hal ini tidak berkembang menjadi konflik militer atau kecemburuan militer yang akan menyebabkan penumpukan kekuatan atau senjata militer di wilayah tersebut,” tambahnya.

Lima negara yang berlokasi strategis di Pasifik Selatan dan berperan penting selama Perang Dunia Kedua kembali menjadi pusat kontes geopolitik saat ini.

Kepulauan Solomon memiliki pakta keamanan dengan China, Papua Nugini menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat, sementara Fiji menjadi tuan rumah bersama konferensi kepala pertahanan Indo-Pasifik dengan AS yang dihadiri oleh China.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya