Berita

Kopdarnas PSI dihadiri (dari kiri) Andy Budiman, Irma Hutabarat, Yenny Wahid, Grace Natalie, Gibran Rakabuming Raka, Budiman Sudjatmiko, dan Isyana Bagoes Oka, menyimak orasi Ketua Umum PSI Giring Ganesha/Ist

Dahlan Iskan

Aparat Netral

JUMAT, 25 AGUSTUS 2023 | 07:17 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

BETAPA sulit jadi Kapolri dan Panglima TNI sekarang ini. Yakni di saat Presiden Jokowi semakin terlihat berseberangan dengan Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Dua orang itu harus benar-benar pandai dalam memainkan peran. Kiri-kanan tidak ok.

Panglima TNI mungkin sedikit lebih bisa mengelak: TNI punya doktrin netral. Bahkan panglima TNI sudah memerintahkan untuk menegakkan sikap itu.


Tapi kapolri, yang juga langsung di bawah Presiden, akan mengalami tekanan jiwa yang lebih besar. Biar pun tekanan itu tidak ada, ia akan merasa tertekan sendiri. Tertekan oleh keadaan. Sungguh tidak enak menjadi kapolri di situasi seperti ini.

Pun ketika saya melihat video kegiatan nasional Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kemarin malam itu. Ingatan saya melambung jauh ke para petinggi yang di posisi sulit tersebut.

PSI semakin memperjelas ke mana arah politik Presiden Jokowi.

Malam itu PSI resmi mencabut dukungannya kepada capres Ganjar Pranowo. Tidak dikatakan begitu, tapi maknanya seperti itu. PSI menegaskan komitmennya untuk bersikap tegak lurus pada Presiden Jokowi.

Yang menarik, di forum itu hadir Gibran Rakabuming Raka, wali kota Solo yang juga putra Presiden Jokowi.

Ia duduk bersebelahan dengan Mbak Yenny Wahid, putri Presiden ke-4  Gus Dur. PSI pernah secara resmi mencalonkan pasangan Ganjar-Yenny sebagai capres dan cawapres.

Tapi dalam forum itu Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie menegaskan soal perlunya jabatan wapres dipegang ''anak muda'' itu. Yakni bila perjuangan mengubah persyaratan umur minimal capres-cawapres berhasil menjadi 35 tahun.

Grace mengatakan PSI hanya akan mendukung capres yang menggandeng ''anak muda'' itu.

Saat Grace hampir sampai pada kata-kata itu Yenny Wahid terlihat menengok ke Gibran. Sambil tersenyum. Gibran juga menengok ke Yenny. Sambil menaikkan alis mata.

PSI memang bukan partai menentu. Tapi langkahnya itu bisa dibaca ke mana arah politik nasional sebentar lagi.

Kapolri dan panglima TNI tidak sulit sendirian. Para bupati yang berasal dari PDI-Perjuangan kini  juga dalam posisi yang sama. Apalagi kalau aparat penegak hukum tidak bisa netral.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya