Berita

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa/Net

Dunia

Ramaphosa: Lebih dari 20 Negara Sudah Resmi Ingin Gabung BRICS

SENIN, 21 AGUSTUS 2023 | 16:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Lebih dari 20 negara secara resmi sudah mengajukan proposal untuk bergabung dengan BRICS, kelompok ekonomi yang sejauh ini terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan peluasan BRICS menjadi salah satu agenda pertemuan puncak yang akan digelar di Johannesburg pada 22-24 Agustus 2023.

"BRICS yang diperluas akan mewakili kelompok negara yang beragam dengan sistem politik berbeda dan memiliki keinginan yang sama untuk memiliki tatanan global yang lebih seimbang," kata Ramaphosa dalam pidatonya di televisi pada Minggu malam (20/8) waktu setempat.


KTT ke-15 BRICS akan dihadiri oleh Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi. Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov.

Ketidakhadiran Putin dikarenakan munculnya surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) pada Maret. Afrika Selatan adalah penandatangan Statuta Roma, yang mendirikan ICC sehingga harus mematuhinya.

Selain para pemimpin BRICS, pertemuan puncak ini juga dihadiri oleh para pemimpin negara Dunia Selatan. Ini termasuk para pemimpin dari Karibia, Amerika Selatan, Timur Tengah, Asia Barat, Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Presiden RI Joko Widodo sendiri akan menghadiri KTT BRICS dan telah berangkat ke Afrika untuk pertama kalinya setelah sembilan tahun menjabat.

BRICS saat ini merupakan seperempat dari ekonomi global, terhitung seperlima dari perdagangan global, dan merupakan rumah bagi lebih dari 40 persen populasi dunia.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Konflik Memanas di Yaman Selatan, RI Dukung Saudi Gelar Konferensi Damai

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:16

Kuasai 51,57 Persen Hak Suara, Danantara Tetap Jadi Pemegang Saham Mayoritas Telkom

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:03

Bank Raya Perkenalkan Kartu Digital Debit Visa di Momentum Tahun Baru 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:50

Investor di Asia Hati-hati Sikapi Gejolak Politik Global

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:36

Rencana Prabowo Bangun 1.100 Kampung Nelayan Tahun 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:28

Kebijakan Chromebook Era Nadiem Rawan Dikriminalisasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Bukan Sejahtera, Rakyat Indonesia Bahagia karena Beriman!

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Menlu AS akan Bertemu Pejabat Denmark Soal Akuisisi Greenland

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:21

Pertama di Indonesia, BRI Raih Sertifikasi TMMi Level 3

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:13

Swasembada Harus Berdampak pada Stabilitas Harga Pangan

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:11

Selengkapnya