Berita

Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto mendampingi Presiden Joko Widodo/Ist

Politik

Jokowi Effect jadi Rebutan Prabowo dan Ganjar Jelang Pilpres 2024

SABTU, 19 AGUSTUS 2023 | 20:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Figur calon presiden yang akan berkontestasi pada Pilpres 2024, tidak hanya memastikan tiket dari partai politik, yakni keterpenuhan presidential threshold.

Dikatakan peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, figur calon presiden juga harus memastikan mendapatkan restu dari Presiden Joko Widodo.

Bukan tanpa sebab, dijelaskan Burhanuddin, faktor Jokowi menjadi penting seiring tingginya approval rating atau kepuasan publik yang menembus angka 81,2 persen.


Sejauh ini tiga figur unggul untuk berlaga, yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan. Ketika mereka berkompetisi, kata Burhanuddin, pemenangnya diprediksi tetap Jokowi.

"Menurut saya, melihat approval rating Pak Jokowi, sepertinya sudah jelas (pemenang Pilpres) 2024 bukan Ganjar, Prabowo, Anies, tapi yang menang Pak Jokowi," kata Burhanuddin dalam keterangannya, Sabtu (19/8).

Burhanuddin melanjutkan, tingginya approval rating tersebut pun membuat dua bakal calon presiden, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, memperebutkan "Jokowi effect".

Prabowo berupaya mengasosiasikan dirinya sebagai bagian dari Jokowi karena menjadi Menteri Pertahanan. Adapun Ganjar kolega Jokowi di PDIP.

"Karena approval (rating) Jokowi tinggi, Prabowo dan Ganjar, rebutan pengaruh Pak Jokowi," pungkasnya.

Survei ini digelar pada 15-22 Juli 2023 terhadap 1.811 responden WNI yang sudah memiliki hak pilih pada 2024. Responden dipilih melalui teknik multistage random sampling dengan margin of error 2,35 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya