Berita

Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto/Ist

Politik

Airlangga Hartarto Punya Peluang Dampingi Prabowo Subianto

SELASA, 15 AGUSTUS 2023 | 11:16 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai masih memiliki peluang mendampingi bakal calon presiden Prabowo Subianto. Terlebih Golkar merupakan partai tiga besar di parlemen.

"Kalau kita bicara duet Prabowo-Airlangga, masih ada peluang," ujar analis politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (15/8).

Ujang melanjutkan, peluang Airlangga menjadi pendamping Prabowo akan terbuka kalau tiga ketua umum lain yang ada di koalisi besar itu sepakat mengusung duet tersebut.


"Di situ harus ada kompromi di antara empat partai, Gerindra, PKB, Golkar, dan PAN, untuk menentukan siapa cawapres yang ideal yang bagus," katanya.

"Tapi, di antara tiga nama, semua masih ada peluang yang sama, untuk menjadi cawapres Prabowo," imbuhnya.

Selain itu, kata Ujang, ada penentu di luar koalisi yang bisa mengubah peta politik empat parpol pendukung pemerintah tersebut, yakni Presiden Joko Widodo.

"Ada dirigennya, ya Pak Jokowi. Kalau endorse-endorse tidak mungkin didorong tanpa Jokowi," jelasnya.

Menurutnya, Presiden Jokowi dianggap kuat dan bisa membangun koalisi pemerintah bergabung dengan Prabowo Subianto, ditambah PBB yang pada Pemilu 2019 lalu juga mendukung Jokowi.

Oleh karena itu, setiap ketum di koalisi besar punya peluang yang sama, tergantung Jokowi.

"Airlangga masih ada peluang yang sama dengan Cak Imin, Erick Thohir, maupun Gibran," tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya