Berita

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto/Net

Politik

Airlangga Optimis Prabowo Bisa Bawa Indonesia Lolos Middle Income Trap

MINGGU, 13 AGUSTUS 2023 | 14:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto merasa yakin Prabowo Subianto dapat membawa Indonesia lolos dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap.

Airlangga menuturkan jika Indonesia ingin menjadi negara maju dan berpendapatan menengah di Asia, maka harus mampu keluar dari middle income trap.

“Partai Golkar melihat, kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto sangat tepat, untuk membawa Indonesia lolos dari middle income trap,”kata Airlangga di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (13/8).


Menurutnya, saat ini Indonesia sudah berada di jalan yang benar, yaitu pendapatan per kapita mencapai 4.500 dolar AS, dan diperkirakan akhir tahun depan di akhir pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin ditargetkan 5.500 dolar AS.

“Dan target selanjutnya, kita lebih dari 10.000 dolar AS dan ini harus dibawa kepemimpinan dan nakhoda yang tepat. Karena jangan sampai pendapatan per kapita kita turun lagi di Asia,” imbuhnya.

Menko Bidang Perekonomian ini menuturkan hanya Jepang, Korea, Singapura, yang lolos middle income trap. Sementara Indonesia berpotensi menyusul lantaran memiliki keistimewaan bonus demografi yang tinggi dan diperkirakan akan berlanjut selama 13 tahun ke depan.

“Tentu kesempatan 13 tahun, bonus demografi menjadi sangat penting, dan Indonesia sudah juga dipercaya oleh OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) menjadi satu negara Asia Tenggara satu-satunya yang akan diundang masuk,” katanya.

Oleh karena itu, untuk menjaga stabilitas ekonomi ke depan, Indonesia perlu pemimpin yang mampu mempertahankan ekonomi nasional dan Airlangga meyakini Prabowo mampu menjaga ekonomi nasional.

“Tanpa leadership yang kuat, bisa saja seperti Chile, baru diterima (OECD) setelah 8 tahun. Nah, saya berharap kemarin Bapak Presiden Joko Widodo di istana mengatakan Indonesia prosesnya harus lebih cepat, dari sini yaitu 3 sampai 4 tahun. Artinya proses yang diawali oleh Bapak Presiden Joko Widodo wajib lanjutan dan Pak Prabowo Subianto,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya