Berita

Gubernur Sumsel memberikan Bangub kepada Walikota Pagaralam Alpian Maskoni/ist

Nusantara

SENGKARUT BANGUB SUMSEL (Bagian III)

Sengkarut Bangub Sumsel: Tidak Tepat Sasaran, Timpang Dalam Pembagian, Menabrak Misi HD-MY

SABTU, 12 AGUSTUS 2023 | 00:58 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemberian Bantuan Keuangan Khusus Tidak Selaras dengan Misi Kepala Daerah dalam RPJMD, yang sebelumnya juga telah disampaikan kepada khalayak saat kampanye pemilihan Gubernur Sumatera Selatan oleh pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya (HD-MY).

Mengutip laporan Kantor Berita RMOLSumsel, Jumat (11/8), berdasarkan hasil penelaahan atas Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan 1/2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019-2023 diketahui bahwa RPJMD merupakan penjabaran visi, misi dan program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, pembangunan daerah, dan keuangan daerah serta program perangkat daerah yang disertai kerangka pendanaan bersifat indikatif untuk jangka waktu lima tahun.

Misi Gubernur Sumatera Selatan dalam RPJMD diantaranya membangun Sumsel berbasis ekonomi kerakyatan didukung sektor pertanian, industri, dan UMKM yang tangguh untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan baik perkotaan maupun pedesaan yang diwujudkan dengan arah kebijakan salah satunya yaitu membangun infrastruktur dalam mempercepat pembangunan perekonomian rakyat.


Data yang disajikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai persentase penduduk miskin menurut kabupaten/kota Tahun 2021 menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin Tahun 2021 pada peringkat tiga teratas yaitu Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin dan Lahat.

Berdasarkan hasil penelaahan atas realisasi belanja transfer bantuan keuangan khusus seperti yang telah disajikan dalam edisi sebelumnya (Baca: Bangub Sumsel Tidak Dirinci, tapi Disepakati Bersama DPRD), diketahui terdapat kabupaten/kota dengan tingkat penduduk miskin terendah selama tiga tahun berturut-turut dan mendapatkan alokasi belanja transfer bantuan keuangan khusus terbesar.

Sebaliknya, beberapa daerah dengan tingkat penduduk miskin hanya memperoleh alokasi yang rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pemberian bantuan keuangan khusus tersebut tidak sejalan dengan misi Gubernur yang disampaikan pada RPJMD Tahun 2019-2023 karena pemberian bantuan keuangan khusus selama tiga tahun berturut turut terfokus pada daerah tertentu.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan:

a. Peraturan Pemerintah 12/2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pada:

1) Pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah dilakukan secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggungjawab dengan memperhatikan rasa keadilan, kepatutan, manfaat untuk masyarakat, serta taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

2) Pasal 51 ayat (7) yang menyatakan bahwa Belanja Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dirinci menurut urusan Pemerintahan daerah, organisasi, program, kegiatan, jenis, obyek, dan rincian obyek Belanja Daerah; dan

3) Pasal 67 ayat (1) yang menyatakan bahwa Belanja Bantuan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (4) huruf b diberikan kepada daerah lain dalam rangka kerjasama daerah, pemerataan peningkatan kemampuan keuangan daerah, dan/atau tujuan tertentu lainnya.

b. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan 1/2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019-2023 Pasal 2 ayat (1) yang menyatakan bahwa RPJMD merupakan landasan dan pedoman bagi pemerintah provinsi dalam menyelenggarakan dan melaksanakan pembangunan 5 (lima) tahun.

Permasalahan tersebut mengakibatkan pemberian bantuan keuangan khusus untuk masing-masing daerah berpotensi tidak tepat sasaran.

Hal tersebut disebabkan: a. TAPD tidak memiliki kriteria yang jelas dalam menentukan alokasi bantuan keuangan khusus untuk masing-masing kabupaten/kota; dan b. Sekretaris Daerah belum menetapkan kriteria yang jelas dalam menentukan syarat verifikasi yang dilakukan oleh masing-masing perangkat daerah yang membidangi.

*Bersambung

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya