Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

China: Berkedok Kerja Sama, AS Lakukan Pencurian Dunia Maya Berskala Besar di Negara-negara Asia

JUMAT, 11 AGUSTUS 2023 | 21:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jepang dan negara-negara di Asia telah menjadi korban pencurian dunia maya berskala besar berkedok kerja sama yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat.

Klaim mengejutkan tersebut dilontarkan Kementerian Luar Negeri China pada Kamis (10/8) waktu setempat.

Dalam pernyataannya, kementerian mengatakan militer dan badan intelijen AS telah membangun kemampuan peretasan di negara-negara sekutu dengan kedok kerja sama, lalu Washington memanfaatkannya untuk menyusup ke sistem dunia maya negara-negara yang dibantunya.


"Washington telah melakukan pencurian dunia maya berskala besar, sistematis, dan membabi buta terhadap negara-negara lain di dunia,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning, seperti dikutip dari The National, Jumat (11/8).

"Pentagon berusaha menggunakan tetangga Beijing sebagai batu loncatan untuk serangan dunia maya pemerintah AS terhadap China tanpa sepengetahuan mereka," katanya.

Mao kemudian mengutip publikasi WikiLeaks 2015 berdasarkan dokumen intelijen yang bocor, yang mengungkapkan bahwa Badan Keamanan Nasional AS (NSA) telah menargetkan 35 individu dan entitas Jepang, termasuk pejabat senior pemerintah dan perusahaan besar seperti Mitsubishi.

Gangguan itu kontroversial, dengan Wakil Presiden Joe Biden kemudian dipaksa untuk meminta maaf kepada pejabat di Tokyo.

Pernyataan kementerian tersebut mengikuti sebuah laporan di Washington Post awal pekan ini, yang menuduh militer China meretas jaringan pertahanan sensitif Jepang pada musim gugur 2020.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno, menolak berkomentar ketika didesak mengenai masalah tersebut awal pekan ini, dengan mengatakan "kami belum mengonfirmasi fakta bahwa informasi keamanan telah bocor karena serangan dunia maya."

Dia menambahkan bahwa keamanan dunia maya adalah fokus utama kerja sama AS-Jepang, mencatat bahwa pekerjaan akan terus berlanjut.

Meskipun Beijing belum menanggapi tuduhan itu secara langsung, komentar yang diterbitkan oleh kantor berita Global Times yang terkait dengan negara China menggambarkan tuduhan terbaru itu sebagai drama yang diatur oleh AS.

"Tujuan sebenarnya dari cerita itu adalah untuk mencoreng citra China, memicu ketegangan regional, dan merusak hubungan dengan Jepang," lapor Global Times.

Pada bulan April, pemerintah China menerbitkan tinjauan atas dugaan serangan dunia maya pemerintah AS, mengklaim bahwa badan intelijen Amerika telah mengganggu, memecah belah, dan menekan vendor keamanan dunia maya asing selama bertahun-tahun.

Laporan tersebut menguraikan beberapa insiden peretasan besar, termasuk serangan tahun 2010 terhadap fasilitas nuklir Iran menggunakan virus Stuxnet yang dikembangkan AS dan Israel, dan juga menunjuk pada program pengawasan pengumpulan massal Washington di bawah NSA.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya