Berita

Junta Niger/Net

Dunia

Mali: Bencana Besar jika ECOWAS Lakukan Intervensi Militer di Niger

SELASA, 08 AGUSTUS 2023 | 21:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Rencana intervensi militer oleh Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) untuk memulihkan kepemimpinan presiden yang digulingkan di Niger, akan memicu malapetaka.

Peringatan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Mali Abdoulaye Diop, pada Senin (7/8), setelah adanya ancaman intervensi militer dari blok itu.

"Kekuatan militer yang telah digunakan di negara lain, kami melihat hasilnya, dan itu adalah bencana besar," kata Diop, yang menyoroti kegagalan intervensi di Irak dan Libya yang mengalami ketidakstabilan di negaranya.


Seperti dikutip Channels TV, Selasa (8/8), Mali dan Burkina Faso sebagai tetangga terdekat Niger yang juga dipimpin junta militer telah menyatakan penolakannya terhadap penggunaan kekuatan apa pun kepada para pemimpin kudeta.

Dalam bentuk solidaritasnya, kedua negara itu telah mengirimkan delegasinya ke lokasi kudeta Niger, untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi intervensi militer ECOWAS di negara tetangganya itu.

Menurut Mali, pihaknya tidak mengerti alasan ECOWAS mengirimkan pasukan militer untuk memulihkan otoritas yang jatuh, namun tidak memberikan dukungan senjata untuk membantu negara-negara Sahel dalam melawan ancaman jihadisme yang semakin meningkat.

Prospek intervensi bersenjata ini telah menimbulkan kekhawatiran di beberapa kalangan. Sementara negara-negara Barat sendiri telah menyerukan dukungannya untuk ECOWAS dan mendorong dikembalikannya tatanan konstitusional di Niger serta pembebasan Presiden Bazoum yang ditahan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya