Berita

Proyek pipa gas Iran-Pakistan/Net

Dunia

Ditekan AS, Pakistan Setop Megaproyek Pipa Gas dengan Iran

SELASA, 08 AGUSTUS 2023 | 12:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pakistan memutuskan untuk menangguhkan proyek pipa bernilai miliaran dolar dengan Iran. Keputusan ini diduga turut dicampuri oleh tekanan dari Amerika Serikat (AS).

Proyek ini awalnya merupakan kerja sama trilateral antara India, Pakistan, dan Iran. Namun kemudian berkembang menjadi kerja sama bilateral antara Pakistan dan Iran karena India memutuskan untuk menarik diri. Proyek ini bertujuan untuk mengimpor energi hemat biaya dari negara tetangga Iran.

Namun, pelaksanaan proyek tersebut terhambat oleh sanksi ekstensif yang dikenakan pada Iran oleh AS.


Mengutip Wio News, Pakistan dilaporkan telah mengeluarkan pemberitahuan "Force Majeure and Excusing Event" ke Iran, secara resmi menangguhkan kewajiban kontraknya sehubungan dengan proyek pipa gas Iran-Pakistan (IP) bernilai miliaran dolar.

Waktu pengambilan keputusan ini sangat penting karena Pakistan bergulat dengan kebutuhan mendesak untuk menstabilkan ekonominya yang tertekan secara finansial.

Untuk mengatasi hal ini, Pakistan telah meminta bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF), yang telah setuju untuk memberikan pinjaman besar sebesar 3 miliar dolar AS.

Sementara itu, penangguhan proyek pipa gas menimbulkan kekhawatiran yang signifikan, terutama mengingat kekurangan energi yang akut di Pakistan.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya