Berita

Koordinator Jurubicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra/RMOL

Politik

Jambore di Korsel Memprihatinkan, Herzaky Desak Kontingen Indonesia Ditarik

MINGGU, 06 AGUSTUS 2023 | 12:35 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Joko Widodo didesak menarik pulang kontingen Indonesia di Jambore Dunia ke-25 di Sae Man Geum, Korea Selatan (Korsel).

Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan, situasi di lokasi Jambore Korea Selatan sangat memprihatinkan.

Dengan fasilitas yang sangat minim, ditambah cuaca panas ekstrem, kegiatan Pramuka di Korea Selatan lebih mirip ajang bertahan hidup.


“Bapak-bapak Kwarnas yang terhormat, anda sudah merasakan tinggal di dalam tenda anak-anak? Sementara saat ini anda tidur nyenyak di ruangan khusus staf dengan AC menyala. Jangan berkata tetap solid dan bersemangat, tapi anda sendiri menikmati fasilitas berbeda dibanding anak-anak,” kata Herzaky, lewat keterangan tertulisnya, Minggu (6/8).

Dia juga menyorot fasilitas sanitasi di lokasi yang menurutnya menyedihkan. Anak-anak harus berjalan sekitar 2 kilometer menuju lokasi untuk mandi, buang air, dan mencuci pakaian.

Belum lagi soal asupan makanan yang tidak cukup baik, dan fasilitas shuttle bus yang terbatas. Situasi itu dikhawatirkan mengganggu fisik dan mental peserta jambore.

Herzaky juga menekankan, tujuan mengirimkan peserta jambore ke Korea Selatan adalah untuk melatih keterampilan, bukan latihan bertahan hidup di kamp pengungsian.

"Kami berharap presiden, Menteri Pemuda dan Olahraga, Ketua Kwarnas, Dubes Indonesia untuk Korea Selatan, segera ambil tindakan sungguh-sungguh membantu anak-anak kita di sana. Sudah banyak kegiatan yang dibatalkan karena cuaca ekstrem, untuk apa bertahan sampai 7 hari lagi?" tegas Herzaky.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya