Berita

Ilustrasi logo Bawaslu RI/Net

Politik

Temuan Baru, 2 Calon Anggota Bawaslu Jakpus Terindikasi Orang Dekat Pimpinan Pusat

SENIN, 31 JULI 2023 | 18:14 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dua nama calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Jakarta Pusat (Jakpus) yang diduga bermasalah, masih terus diusut Jakarta Election Watch (JEC).

Bahkan, JEC mendapat temuan baru mengenai jaringan terkait dua nama calon anggota Bawaslu Jakpus.

"Berdasarkan temuan dan analisis tim kami, Christian Nelson Pangkey dan Budi Iskandar Pulungan, diduga orang dekat komisioner Bawaslu RI," kata Koordinator JEW, Wahyu Ramdhani, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (31/7).


Dia menjelaskan, Nelson Pangkey berlatar belakang ASN yang dipecat secara tidak hormat, sementara Budi Pulungan diduga keluarga Timses Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019.

Nelson Pangkey juga diduga sebagai orang dekat Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja. Sementara Budi Iskandar Pulungan diduga orang dekat anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty.

Karena itu Wahyu tak heran Nelson Pangkey dan Budi Pulungan lolos hingga 20 besar.  

"Mungkin dengan kekuasaan Komisioner Bawaslu RI, dua orang yang bermasalah bisa lolos walaupun pernah berkasus. Banyak calon-calon lain yang berintegritas tapi tersingkir oleh orang yang berkasus," tuturnya.

Maka dari itu, JEW menuntut Rahmat Bagja dan Lolly Suhenty sebagai terduga orang yang terlibat hubungan langsung dengan Christian Nelson Pangkey dan Budi Iskandar Pulungan, untuk mengeliminasi calon-calon yang bermasalah itu.

"Jika memang Bawaslu menegakkan integritas, maka sangat penting agar tim seleksi dikoordinasi untuk mengeliminasi orang-orang yang bermasalah," tandasnya. 

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya